Majalengka Terancam Krisis Air, Pemkab Bergerak Lindungi Warga dan Petani
- 14 Sep 2026 11:16 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka - Ancaman krisis air mulai membayangi Kabupaten Majalengka seiring kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah. Sumur warga mulai mengering, kebutuhan air bersih meningkat, sementara berkurangnya pasokan air juga menekan sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Majalengka memperkuat langkah penanganan kekeringan. Tak hanya melalui ikhtiar spiritual Shalat Istisqa, Pemkab juga bergerak menyalurkan air bersih dan menjaga ketersediaan air untuk lahan pertanian.
Distribusi air bersih dilakukan ke wilayah yang mengalami krisis air melalui kolaborasi Pemkab Majalengka bersama berbagai pihak, termasuk Polres Majalengka dan Kodim 0617/Majalengka. Sementara di sektor pertanian, Pemkab mendorong perbaikan dan pengaliran saluran irigasi melalui koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Upaya ini terutama diarahkan untuk menjaga pasokan air ke lahan pertanian di wilayah Majalengka bagian utara yang terdampak kemarau. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah dampak kekeringan semakin meluas, memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus membantu petani mempertahankan produktivitas lahan di tengah minimnya pasokan air.
Bupati Majalengka Eman Suherman menegaskan, penanganan krisis air tidak dapat dilakukan pemerintah sendirian. Dibutuhkan kepedulian dan kolaborasi masyarakat, dunia usaha serta seluruh elemen terkait.
"Mari kita perkuat rasa kepedulian, saling tolong-menolong terhadap sesama warga yang kesulitan, dan senantiasa menjaga kebersamaan demi mewujudkan Kabupaten Majalengka yang lebih sejahtera dan Langkung SAE," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....