Kemenag Indramayu Perkuat Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah

  • 31 Jul 2026 17:43 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Indramayu – Kementerian Agama terus memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di lingkungan madrasah sebagai upaya membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berakhlakul karimah. Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta yang digelar di MAN 1 Indramayu.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu, H. Aghuts Muhaimin, mengatakan keberhasilan penerapan KBC sangat ditentukan oleh kualitas guru dan kepemimpinan kepala madrasah. Menurutnya, guru dituntut terus meningkatkan kompetensi, sementara kepala madrasah harus mampu memimpin dengan penuh tanggung jawab dan kesabaran.

"Semoga seluruh madrasah negeri maupun swasta di Indramayu terus meningkat, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, kita berharap lahir generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlakul karimah," ujarnya dalam rilis yang diterima RRI Jumat 31 Juli 2026.

Ia menambahkan, penguatan Kurikulum Berbasis Cinta menjadi bagian dari upaya menghadirkan sistem pendidikan Islam yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Usep Saepudin Muhtar, menegaskan bahwa seluruh madrasah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang menjadi madrasah unggulan, baik negeri maupun swasta.

Menurutnya, madrasah juga harus terbuka terhadap peserta didik berkebutuhan khusus sebagai wujud pemerataan layanan pendidikan. "Madrasah harus terbuka menerima peserta didik inklusi karena setiap anak memiliki hak memperoleh layanan pendidikan yang sama. Kekhasan madrasah juga terletak pada penerapan Kurikulum Berbasis Cinta," katanya.

Kepala MAN 1 Indramayu, Wahyudin, menyampaikan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan langkah strategis untuk menghidupkan kembali semangat pendidikan Islam yang rahmatan lil alamin. "Melalui Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan misi pendidikan dan semangat pendidikan Islam benar-benar terwujud sehingga mampu menghadirkan pendidikan Islam yang rahmatan lil alamin," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Katim Kurikulum dan Kesiswaan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Hj. Widya Arthawati, menjelaskan bahwa penyusunan dokumen kurikulum harus mengacu pada kebijakan Kementerian Agama mengenai Kurikulum Berbasis Cinta agar implementasinya berjalan terarah dan sistematis.

Menurutnya, dokumen kurikulum menjadi pedoman utama dalam mewujudkan tujuan pembentukan karakter peserta didik melalui KBC.

Salah seorang peserta, Kepala MTsN 1 Indramayu, Ahmad Fauji, mengatakan Kurikulum Berbasis Cinta merupakan implementasi Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1503 Tahun 2025 tentang perubahan atas KMA Nomor 450 Tahun 2024 mengenai pedoman implementasi kurikulum di madrasah.

Ia mengaku penerapan KBC telah memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran maupun pembentukan karakter peserta didik. "KBC tidak hanya memengaruhi proses belajar mengajar, tetapi juga membentuk perilaku peserta didik agar berkembang sesuai potensi masing-masing dan memiliki akhlakul karimah.” katanya.

“Di MTsN 1 Indramayu kami merasakan perubahan yang signifikan, baik dalam pelaksanaan pembelajaran maupun antusiasme peserta didik. Penguatan melalui diklat dan workshop yang didukung Kementerian Agama Kabupaten Indramayu menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi KBC," ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala MTsN 10 Indramayu, Gojali. Ia menilai kurikulum harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. "KBC menjadi salah satu upaya membentuk karakter peserta didik agar memiliki bekal yang baik untuk masa depan," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....