BBWS Citarum Percepat Normalisasi Saluran dan Koordinasi Mitigasi Kekeringan

  • 30 Jul 2026 16:47 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum mempercepat berbagai langkah mitigasi untuk menghadapi ancaman kekeringan yang berpotensi mengganggu produksi pertanian di Kabupaten Indramayu. Pelaksana Tugas Plt. Kepala BBWS Citarum Abdul Ghoni Majdi mengatakan upaya tersebut dilakukan melalui normalisasi saluran, koordinasi dengan Kementerian Pertanian, hingga pemanfaatan pompa irigasi di wilayah yang tidak terjangkau jaringan teknis.

"Upaya mitigasi sudah dilakukan, terutama normalisasi sedimen di saluran-saluran primer. Dua sampai tiga minggu lalu kami normalisasi saluran sepanjang 16 kilometer," ujarnya dalam Program Kentongan RRI Cirebon pada Selasa, 28 Juli 2026.

Baca juga: Keterlambatan Musim Tanam Picu Lonjakan Kebutuhan Air Irigasi Sawah Indramayu

Baca juga: BBWS Citarum Tambah Bukaan Pintu Darurat untuk Pasok Air ke Sawah Indramayu

Ia menjelaskan normalisasi dilakukan secara kolaboratif bersama pemerintah daerah dengan pembagian kewenangan di masing-masing ruas saluran. Selain itu, BBWS juga mendukung pemanfaatan pompa air dan jaringan irigasi alternatif agar petani tetap memperoleh pasokan air selama musim kemarau.

"Untuk lokasi yang tidak terjangkau saluran irigasi teknis, dikoordinasikan dengan pemompaan agar air dari sungai maupun saluran bisa dimanfaatkan," katanya.

Baca juga: Distribusi Air Jadi Tantangan, meski Cadangan Waduk Jatiluhur Masih Aman

Menurutnya koordinasi lintas instansi akan terus diperkuat agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif. Hal tersebut juga guna meminimalkan risiko puso di lahan pertanian Indramayu.

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum memastikan ketersediaan air di sistem Waduk Jatiluhur masih mencukupi hingga akhir tahun 2026. Meski demikian, tantangan utama saat ini bukan pada stok air, melainkan distribusi air menuju areal persawahan di wilayah hilir, khususnya Kabupaten Indramayu.

Ia mengatakan hasil simulasi operasi tiga waduk utama di Citarum menunjukkan pasokan air masih aman hingga Desember. Menurutnya, pengelolaan waduk dilakukan secara terpadu untuk memenuhi kebutuhan irigasi, air baku, hingga pembangkit listrik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....