Keterlambatan Musim Tanam Picu Lonjakan Kebutuhan Air Irigasi Sawah Indramayu

  • 30 Jul 2026 16:35 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Persoalan distribusi air di kawasan irigasi Indramayu salah satunya dipicu oleh keterlambatan musim tanam. Kondisi tersebut membuat musim tanam disejumlah wilayah berlangsung hampir bersamaan sehingga kebutuhan pasokan air cenderung meningkat.

Pelaksana Tugas Kepala BBWS Citarum Abdul Ghoni Majdi mengatakan pola tanam yang tidak sesuai rencana membuat kebutuhan air meningkat secara bersamaan. Hal ini cukup membebani kapasitas jaringan irigasi.

"Rencana tanam terlambat kurang lebih dua bulan. Saat ini tanamnya cenderung serentak sehingga kebutuhan air menjadi maksimal," ujarnya dalam Program Kentongan RRI Cirebon pada Selasa, 28 Juli 2026.

Baca juga: BBWS Citarum Tambah Bukaan Pintu Darurat untuk Pasok Air ke Sawah Indramayu

Menurutnya, kapasitas saluran irigasi telah dirancang berdasarkan sistem golongan tanam. Apabila seluruh petani melakukan tanam bersamaan, maka kemampuan saluran tidak akan mampu memenuhi kebutuhan air secara serentak.

"Diperlukan golongan tanam. Ke depan para petani bisa lebih tertib, jangan sekaligus karena kapasitas salurannya memang sudah diperhitungkan," katanya.

Cadangan air di waduk secara umum masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun. Namun, tantangan utama saat ini bukan kekurangan sumber air, melainkan pengaturan distribusi yang harus disesuaikan dengan jadwal tanam.

"Secara ketersediaan air sebenarnya cukup, tetapi tantangannya ada pada pengaturan distribusi di lapangan," ucapnya.

Baca juga: Distribusi Air Jadi Tantangan, meski Cadangan Waduk Jatiluhur Masih Aman

BBWS berharap seluruh pihak dapat mematuhi pola tanam yang telah disusun agar distribusi air selama musim kemarau menjadi lebih merata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....