Waduk Cipancuh Dangkal, Politisi Gerindra Minta BBWS Lakukan Pengerukan

  • 09 Agt 2026 19:28 WIB
  •  Cirebon

‎RRI.CO.ID Indramayu - Kondisi Waduk Cipancuh di Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, kembali menjadi sorotan publik akibat penurunan debit air pada musim kemarau. Masalah kekeringan ini mendapat respons dari politisi Partai Gerindra sekaligus mantan anggota DPRD Indramayu, Kasan Basari.

Kasan menyampaikan keprihatinannya usai meninjau langsung waduk yang mengalami pendangkalan tersebut pada Minggu, 9 Agustus 2026. "Setelah melihat dari dekat Kondisi Waduk Cipancuh di saat musim kemarau tiba, kondisinya memperihatinkan," ujar Kasan.

Ia menyebut luas waduk yang mencapai sekitar 700 hektare tersebut kini banyak tertutup sedimentasi lumpur. Kondisi ini terjadi lantaran waduk sudah bertahun-tahun tidak pernah mendapat penanganan pengerukan.

"Nampak pendangkalan, sedimentasi lumpur begitu kuat karena ini tidak pernah lagi dikeruk ya, tidak pernah lagi digali ya. Sehingga mengalami pendangkalan yang amat sangat luar biasa," ucapnya.

Menurut Kasan, keberadaan Waduk Cipancuh sangat krusial bagi kelangsungan hidup warga di kawasan Indramayu Barat. Waduk tersebut memiliki fungsi ganda yang vital untuk irigasi sektor pertanian sekaligus penyediaan air baku.

"Ini saya pikir amat sangat dibutuhkan bagi para petani guna kebutuhan ruang pertanian maupun air baku untuk wilayah Indramayu barat," katanya menegaskan.

Ia mendorong BBWS Citarum agar segera menjadikan pengerukan waduk sebagai program kerja skala prioritas. Pemerintah Kabupaten Indramayu juga diminta makin intens berkoordinasi agar pemanfaatan waduk dapat berjalan optimal.

"Saya berharap kepada BBWS Citarum barangkali agar bisa menjadikan program skala prioritas untuk segera diatasi. Dan kepada pemerintah Indramayu saya berharap agar sering berkoordinasi untuk bagaimana Waduk Cipancuh ini mampu dan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan-kebutuhan air bagi masyarakat Kabupaten Indramayu khususnya Indramayu Barat," ujarnya.

Kasan menutup peninjauannya dengan harapan agar pemerintah pusat turun tangan sebelum musim tanam masyarakat tiba. "Mudah-mudahan pemerintah pusat melalui BBWS Citarum ya untuk bisa menjembatani agar bisa dilakukan pengerukan sedimen dari lumpur yang ada di Waduk Cipancuh," ucap Kasan.

Keberadaan Waduk Cipancuh selama ini memang menjadi tumpuan utama suplai air bagi masyarakat Indramayu Barat. Jika masalah pendangkalan ini terus dibiarkan, ketersediaan air untuk para petani diprediksi akan terganggu secara serius.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....