Kemenag Kabupaten Cirebon Perkuat Layanan dan Fasilitas bagi Guru Madrasah
- 30 Jul 2026 15:50 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Cirebon terus mengoptimalkan pelayanan publik, pengayoman, serta pemenuhan sarana dan prasarana bagi seluruh guru madrasah. Komitmen tersebut ditegaskan dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia ke-18 yang digelar di Ruang Nyimas Gandasari, Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Cirebon, Selasa, 28 Juli 2026.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, Slamet, menyatakan Kankemenag terus memperjuangkan berbagai kebutuhan guru madrasah. Upaya tersebut mencakup pemenuhan legalitas aset, peningkatan fasilitas operasional, hingga kemudahan layanan pendukung tugas para pendidik.
"Pertama tentu kita bersyukur 18 tahun sudah PGM Indonesia berjalan di Indonesia. Saat ini alhamdulillah hasil karya PGM Indonesia dirasakan di semua kota dan kabupaten,” katanya dikutip dari rilis Kemenag Kabupaten Cirebon.
Menurutnya, sinergi yang terjalin antara Kankemenag dan Pemkab Cirebon telah menghadirkan pelayanan yang setara bagi seluruh tenaga pendidik. Pelayanan tersebut diberikan secara adil tanpa membedakan status sekolah di bawah naungan Kementerian Agama maupun pemerintah daerah.
"Bapak/Ibu lebih bersyukur lagi Kabupaten Cirebon itu tidak ada guru umum, tidak ada guru madrasah, semuanya diperlakukan sama oleh beliau. Beliau tidak membeda-bedakan, 'Oh ini guru di bawah naungan Kemenag, ini di bawah naungan ini.' Enggak, beliau memperlakukan sama," katanya.
Ia menjelaskan, berbagai langkah konkret telah dilakukan Kankemenag Kabupaten Cirebon untuk memperkuat layanan kepada madrasah. Di antaranya melalui bantuan kendaraan operasional bagi Kantor Urusan Agama (KUA), pengurusan hibah tanah pemerintah daerah untuk Kemenag di tujuh titik, hingga terbitnya sertifikat tanah untuk MTs 12 Cirebon.
Ke depan, seluruh satuan pendidikan madrasah juga didorong memperkuat konsolidasi guna meningkatkan mutu pendidikan Islam di Kabupaten Cirebon.
Sementara itu, Bupati Cirebon Imron menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai program pembinaan guru madrasah yang dijalankan Kankemenag Kabupaten Cirebon. Menurutnya, guru madrasah memiliki tantangan besar dalam menghadapi perkembangan zaman sehingga harus terus meningkatkan kapasitas dan wawasan keagamaan.
"Di dalam ulang tahun yang ke-18 PGM ini, saya sebagai Bupati dan secara pribadi mengucapkan selamat ulang tahun. Semoga para guru PGM ini bisa melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
“Tapi perlu dicatat, sekarang guru madrasah ini tugasnya sangat berat sekali di era globalisasi. Maka saya berharap para guru-guru madrasah ini wawasan keagamaannya harus bisa luas," ucapnya.
Ia juga menilai guru madrasah memiliki peran strategis sebagai perekat persatuan bangsa melalui pendidikan yang moderat dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan. "Peperangan kita sekarang adalah peperangan pemikiran. Maka kami minta PGM ini menjadi perekat bangsa. Kita Indonesia ini negara Pancasila, bukan negara agama, tapi negara beragama. Musuh kita saat ini adalah kebodohan dan kemiskinan," ujarnya.
Di sisi lain, Ketua PGM Indonesia Kabupaten Cirebon, Idris, mengapresiasi dukungan yang selama ini diberikan Pemerintah Kabupaten Cirebon dan Kankemenag Kabupaten Cirebon terhadap berbagai program organisasi guru madrasah.
"Pertama, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Bupati yang selama ini selalu support PGM, Pak. Terima kasih atas support-nya, kita diberikan tempat, diberikan semuanya oleh Bapak Bupati. Terima kasih juga kepada Bapak Kepala Kantor Agama yang selalu support kegiatan-kegiatan PGM," katanya.
Ia menegaskan, PGM Indonesia siap menjadi mitra strategis Kementerian Agama dalam memperjuangkan kesejahteraan guru madrasah, mulai dari jenjang RA, MI, MTs, hingga MA. Saat ini, PGM juga tengah mengawal berbagai usulan kebijakan, di antaranya regulasi PPPK bagi guru madrasah swasta, insentif daerah, serta kerja sama perlindungan hukum dan program Police Go to Madrasah bersama Polresta Cirebon.
"Kami PGM Indonesia bertekad menjadi rumah besar untuk guru madrasah di Kementerian Agama. Kita ada RA, MI, MTs, hingga Aliyah. Kami juga sedang memperjuangkan terkait regulasi PPPK untuk guru madrasah swasta ke Komisi VIII DPR RI, usulan insentif daerah, hingga program kerja sama perlindungan hukum dan Police Go to Madrasah bersama Polresta Cirebon," ucapnya.
Peringatan Harlah PGM Indonesia ke-18 ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Bupati Cirebon dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kontribusi mereka dalam memajukan pendidikan madrasah di Kabupaten Cirebon.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....