Masyarakat Diajak Jaga Keharmonisan Keluarga untuk Cegah Perceraian
- 30 Jul 2026 14:54 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Masyarakat diajak untuk memperkuat komunikasi dalam keluarga sebagai langkah sederhana namun efektif mencegah meningkatnya angka perceraian. Pelaksana Pemberdayaan Perempuan Pengarusutamaan Gender DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Didiet Julian Nugraha, mengatakan persoalan ekonomi memang menjadi tantangan utama, tetapi keharmonisan keluarga tetap harus diprioritaskan.
"Faktor ekonomi memang menjadi penyebab tingginya angka perceraian di Kabupaten Cirebon, namun di tengah kondisi ekonomi yang sedang lemah, alangkah baiknya selalu mempertahankan keharmonisan rumah tangga melalui komunikasi yang baik," ujarnya pada Senin, 27 Juli 2026.
Ia juga mengingatkan bahwa pernikahan merupakan komitmen jangka panjang yang harus dijaga bersama demi masa depan anak dan keluarga. "Hakikatnya pernikahan itu dilaksanakan seumur hidup untuk menyongsong masa depan yang lebih baik," katanya.
Selain itu, masyarakat didorong ikut menyukseskan program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak agar lingkungan menjadi lebih aman bagi perempuan dan anak. "Mari saling menjaga keluarga, tetangga, serta mendukung pembentukan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak guna mewujudkan Kabupaten Cirebon yang responsif gender dan layak anak," ucapnya.
Baca juga: Faktor Ekonomi Dinilai Masih Menjadi Penyebab Tingginya Angka Perceraian
Ia menambahkan, setiap persoalan rumah tangga sebaiknya diselesaikan melalui musyawarah dan kesabaran, bukan dengan keputusan yang terburu-buru untuk berpisah. "Selalu bersabar dalam menjalankan rumah tangga, karena Insya Allah setiap ada masalah pasti ada solusi yang bisa dipecahkan dalam rumah tangga," katanya.
Menurutnya DPPKBP3A Kabupaten Cirebon terus memperkuat berbagai program pencegahan perceraian sebagai upaya membangun ketahanan keluarga. Salah satu program unggulannya adalah Gerakan Bersama Cegah Perceraian (Geber Ceper).
Selain itu masyarakat juga dapat memanfaatkan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) sebagai layanan konsultasi dan konseling keluarga. "Masyarakat bisa melakukan konsultasi dan konseling terkait ketahanan keluarga melalui SDM yang tersedia di kami," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....