Majalengka Bersolek, JPO Ikonik Siap Dibangun di Jantung Kota Agustus 2026
- 30 Jul 2026 14:20 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka - Denyut perubahan wajah kota Majalengka, Jawa Barat, kian terasa. Di tengah lalu lintas padat Jalan KH Abdul Halim, tepat di kawasan strategis Alun-alun Majalengka, sebuah proyek infrastruktur berbalut visi besar segera dimulai.
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) ini dirancang tak sekadar sebagai sarana mobilitas, melainkan juga ikon baru bagi kota. Proyek pembangunan infrastruktur tersebut dijadwalkan akan segera dimulai pada awal Agustus 2026 mendatang.
Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, menegaskan bahwa proyek ini telah memasuki tahap akhir perizinan. "Kontraktor sebenarnya sudah siap. Hanya saja proses perizinan memang cukup panjang, mulai dari desain, konsultasi, hingga penyesuaian oleh pihak provinsi," ujarnya.
Di balik pembangunan JPO tersebut, tersimpan komitmen kuat dari investor nasional asal Majalengka, Boy Thohir. Bupati Eman mengungkapkan, proyek ini merupakan bentuk nyata dukungan yang telah dijanjikan sejak masa Pilkada.
"Beliau memberikan support saat saya Pilkada. Jadi beliau bilang, kalau Eman-Dena terpilih, nanti saya akan kembali dan memberikan dukungan. Salah satunya ini buktinya," kata Eman, Kamis, 30 Juli 2026.
Ia menegaskan, pembangunan JPO tersebut sepenuhnya dibiayai oleh investor, tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kehadiran proyek ini menjadi contoh kolaborasi nyata antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam membangun daerah.
Menurutnya, desain JPO tersebut tidak dibangun secara konvensional. Terdapat nilai filosofis yang kuat, termasuk sentuhan makna religius yang akan menjadi ciri khas. "Awalnya ada elemen desain tertentu yang kemudian disempurnakan oleh provinsi. Filosofinya luar biasa, nanti akan kita tampilkan kepada publik," ujar Eman.
Target pemerintah daerah jelas, awal Agustus 2026 perizinan rampung, dan pembangunan fisik segera dimulai. Bupati bahkan telah menginstruksikan Dinas PUTR untuk mempercepat proses administratif agar proyek strategis ini tidak tertunda.
Namun lebih dari sekadar infrastruktur penyeberangan, JPO ini dirancang sebagai simpul baru kehidupan kota. Eman menekankan, keberadaan JPO di titik tersebut menjawab kebutuhan keselamatan masyarakat yang selama ini kesulitan menyeberang akibat tingginya arus kendaraan.
"Banyak warga yang ragu menyeberang karena kendaraan melaju cepat. Akibatnya, kawasan di seberang menjadi sepi. Dengan JPO ini, konektivitas akan terbuka, mobilitas meningkat, dan kawasan tersebut akan hidup kembali," ucapnya.
Tak berhenti di situ, proyek ini menjadi bagian dari penataan besar wajah kota Majalengka. Pemerintah daerah tengah menyiapkan revitalisasi kawasan sekitar, mulai dari perbaikan infrastruktur depan Pendopo, penggantian elemen batu, hingga penataan ruang terbuka dengan rumput sintetis.
Lebih jauh, sebuah kawasan kuliner modern juga akan dikembangkan di sekitar Jalan Kehutanan yang akan diperluas. Konsep food center ini diharapkan menjadi magnet baru bagi wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
"Kalau orang datang ke Majalengka semakin banyak, ekonomi rakyat akan tumbuh. Ini bagian dari upaya kita menjadikan Majalengka sebagai destinasi," kata Eman menegaskan.
Dari sisi legislatif, Komisi III DPRD Majalengka, menyambut positif proyek tersebut. Mereka menilai JPO ini memiliki nilai lebih sebagai landmark kota, bukan sekadar fasilitas umum.
"Kalau biasanya JPO hanya berfungsi sebagai penyeberangan, yang ini berbeda. Ini akan menjadi ikon baru Majalengka. Selain fungsi utamanya, juga menjadi daya tarik wisata di kawasan alun-alun," ujar Ketua Komisi III DPRD Majalengka, Iing Misbahudin.
JPO tersebut akan menghubungkan kawasan Alun-alun Majalengka dengan area DPRD, sekaligus terintegrasi dengan pengembangan kawasan kuliner di sekitarnya. Menariknya, proyek ini sepenuhnya didanai oleh Boy Thohir sebagai bentuk kontribusi terhadap kampung halamannya.
"Saat ini, proses perizinan seperti IMB dan analisis dampak lalu lintas (Andalalin) masih berjalan di tingkat provinsi. Setelah rampung, tahapan konstruksi akan segera dimulai dengan penyesuaian teknis di lapangan," katanya.
JPO di Jalan KH Abdul Halim dirancang dengan konsep yang memadukan unsur fungsi, estetika, dan filosofi. Kehadirannya diproyeksikan menjadi wajah baru Majalengka "Langkung SAE" sebagai simbol transformasi kota menuju destinasi yang lebih hidup, aman, dan berdaya tarik tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....