BMKG Imbau Warga Cirebon Waspadai Angin Kencang Musim Kemarau

  • 29 Jul 2026 15:39 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – BMKG Kertajati Majalengka mengingatkan masyarakat di wilayah Cirebon dan sekitarnya untuk mewaspadai potensi angin kencang selama musim kemarau karena dipengaruhi posisi geografis wilayah yang berada di utara Gunung Ciremai. Kondisi tersebut disampaikan dalam Dialog Cirebon Menyapa RRI Cirebon pada Selasa, 21 Juli 2026 bertema Cuaca Panas di Wilayah Cirebon: Fenomena Musim Kemarau atau Dampak Perubahan Iklim?, sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tumbang maupun dampak lain akibat angin kencang.

Ketua Tim Prakiraan, Data dan Informasi BMKG Kertajati Majalengka, Dyan Anggrainy, S.ST., mengatakan prakiraan cuaca di wilayah Cirebon dalam beberapa minggu kedepan masih didominasi cuaca berawan dengan peluang hujan ringan yang sangat kecil dan bersifat lokal. Menurutnya, kondisi tersebut juga disertai potensi angin kencang yang menjadi karakteristik musim kemarau di wilayah Ciayumajakuning.

"Untuk prakiraan cuaca wilayah Cirebon beberapa minggu kedepan masih diprakirakan berawan. Masih ada potensi hujan ringan, tetapi sangat kecil dan sifatnya lokal saja di wilayah-wilayah tertentu," ujar Dyan.

Ia menjelaskan angin kencang dipengaruhi oleh letak wilayah Cirebon yang berada di sebelah utara Gunung Ciremai. Saat musim kemarau, angin bergerak dari arah selatan melewati kawasan Gunung Ciremai sebelum menuju wilayah Cirebon sehingga membawa karakter angin yang lebih panas sekaligus lebih kencang.

"Kita berada di utaranya Gunung Ciremai. Pada musim kemarau angin bergerak dari arah selatan melewati Gunung Ciremai, membawa sifat angin yang biasanya panas, kemudian anginnya kencang," kata Dyan.

Menurut Dyan, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai masyarakat selain meningkatnya suhu udara selama musim kemarau. Potensi angin kencang dapat memicu gangguan keselamatan apabila masyarakat tidak melakukan langkah antisipasi, terutama di lingkungan yang memiliki banyak pepohonan besar.

Ia mengimbau masyarakat maupun pemerintah daerah untuk melakukan mitigasi sederhana dengan memangkas dahan pohon yang sudah tua atau rapuh agar tidak mudah tumbang ketika diterpa angin kencang. Langkah tersebut dinilai penting mengingat musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih kering sehingga angin berpotensi bertiup lebih kuat dibandingkan kondisi normal.

"Untuk menghadapi angin kencang yang berpotensi terjadi pada musim kemarau di wilayah Cirebon dan sekitarnya, masyarakat dapat memotong dahan-dahan pohon yang sudah tua karena ada potensi pohon tumbang akibat angin kencang," ucap Dyan.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca resmi melalui aplikasi Info BMKG maupun kanal media sosial BMKG agar memperoleh perkembangan prakiraan cuaca terbaru. Informasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi angin kencang maupun kondisi cuaca lain yang berpotensi terjadi selama musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....