Akademisi Dorong Pemerintah, KUA & Warga Bersinergi Tekan Perceraian

  • 29 Jul 2026 17:34 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Upaya menekan angka perceraian di Kabupaten Cirebon dinilai tidak dapat dibebankan hanya kepada satu lembaga, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, masyarakat, dan perguruan tinggi untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui edukasi, pendampingan, hingga pemberdayaan ekonomi. Sinergi tersebut dinilai menjadi strategi penting dalam menghadapi meningkatnya angka perceraian yang mencapai 4.311 perkara pada Januari hingga Juni 2026.

Sekretaris Program Studi Sosiologi Agama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Nurlaili Khikmawati, M.Ant., mengatakan setiap pihak memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun keluarga yang tangguh. Menurutnya, pemerintah dapat memperkuat kebijakan pembangunan keluarga, sedangkan lembaga keagamaan, masyarakat, dan akademisi berkontribusi melalui pembinaan, penelitian, serta pendampingan.

"Berbagai pihak harus bekerja sama. Tidak bisa diserahkan hanya kepada pemerintah, KUA, atau masyarakat saja, termasuk dari pihak akademisi juga harus terlibat," ujar Nurlaili.

Ia menilai bimbingan pranikah yang selama ini diberikan perlu dibuat lebih aplikatif sehingga tidak hanya berisi teori, tetapi juga membekali calon pengantin dengan kemampuan membangun komunikasi, menyelesaikan konflik, serta menghadapi tantangan kehidupan rumah tangga. Selain itu, literasi digital dan pemberdayaan ekonomi keluarga juga perlu diperkuat karena menjadi persoalan yang banyak memengaruhi ketahanan keluarga saat ini.

Menurutnya, masyarakat juga perlu menjadi modal sosial yang mampu menguatkan pasangan muda tanpa memaksakan pola penyelesaian masalah yang berlaku pada generasi sebelumnya. Perguruan tinggi pun dapat berkontribusi melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, penyuluhan, dan pelatihan sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

"Selain edukasi untuk calon mempelai, juga perlu edukasi kepada masyarakat yang lebih tua agar tidak memaksakan pengalaman zamannya kepada generasi sekarang, karena kondisinya sudah sangat berbeda," kata Nurlaili.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Cirebon dapat memperkuat kolaborasi dalam membangun ketahanan keluarga melalui kebijakan yang adaptif, pembinaan yang lebih aplikatif, peningkatan literasi digital, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan langkah tersebut, angka perceraian diharapkan dapat ditekan sekaligus menciptakan keluarga yang lebih harmonis dan siap menghadapi tantangan sosial di era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....