Konflik Rumah Tangga Kini Lebih Kompleks akibat Pengaruh Dunia Digital

  • 29 Jul 2026 17:25 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Karakter konflik rumah tangga di tengah masyarakat saat ini dinilai mengalami perubahan dibandingkan beberapa tahun lalu, seiring pesatnya perkembangan teknologi digital yang menghadirkan sumber konflik baru, mulai dari media sosial, aktivitas digital pasangan, hingga judi online. Kondisi tersebut dinilai turut memperumit penyelesaian konflik rumah tangga dan menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya angka perceraian di Kabupaten Cirebon yang mencapai 4.311 perkara pada Januari hingga Juni 2026.

Sekretaris Program Studi Sosiologi Agama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Nurlaili Khikmawati, M.Ant., mengatakan konflik rumah tangga pada masa lalu umumnya berkaitan dengan persoalan ekonomi, pembagian peran dalam keluarga, maupun campur tangan keluarga besar. Namun, menurutnya, perkembangan teknologi telah membuat persoalan rumah tangga menjadi jauh lebih kompleks.

"Kalau yang saya lihat sekarang konfliknya jadi lebih kompleks. Ada media sosial, aktivitas digital, sampai judi online yang kemudian memicu konflik dalam rumah tangga," ujar Nurlaili saat diwawancarai RRI, Senin, 27 Juli 2026.

Ia menjelaskan, aktivitas digital yang tampak sederhana, seperti memberikan tanda suka pada unggahan media sosial, hingga konsumsi konten tertentu, kini dapat memicu kesalahpahaman antarpasangan. Selain itu, berbagai konten di media sosial juga membentuk standar baru yang kerap memengaruhi cara pandang seseorang terhadap pasangan maupun kehidupan rumah tangga.

Menurutnya, perkembangan media sosial juga membuat persoalan rumah tangga lebih mudah menjadi konsumsi publik sehingga banyak orang terdorong untuk lebih terbuka mengungkapkan masalah pribadinya. Akibatnya, persoalan yang sebelumnya dianggap biasa kini lebih mudah berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

"Karena adanya media sosial juga, beberapa hal yang sebelumnya dianggap 'ya sudah' akhirnya sekarang banyak yang speak up, sehingga hal kecil pun bisa menjadi besar," kata Nurlaili.

Ia berharap masyarakat semakin bijak memanfaatkan teknologi digital serta tidak menjadikan media sosial sebagai tolok ukur kehidupan rumah tangga. Menurutnya, komunikasi yang sehat dan kemampuan menyaring informasi menjadi kunci agar perkembangan teknologi tidak justru memperbesar konflik dalam keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....