Sedimentasi Saluran Irigasi Hambat Pasokan Air ke Sawah Indramayu
- 29 Jul 2026 17:25 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Pendangkalan saluran irigasi menjadi salah satu penyebab distribusi air menuju persawahan Kabupaten Indramayu belum berjalan maksimal. Kondisi tersebut mengurangi debit air yang mengalir ke sejumlah kawasan pertanian selama musim kemarau.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Kabupaten Indramayu, Sutatang mengatakan sedimentasi dan pertumbuhan eceng gondok menghambat aliran air menuju lahan pertanian. Persoalan tersebut membutuhkan penanganan segera agar distribusi air kembali berjalan optimal.
Menurutnya, berkurangnya kapasitas saluran membuat debit air dari Bendung Rentang tidak tersalurkan secara maksimal menuju sawah. "Air itu yang seharusnya sekian kubik masuk ke saluran, karena pendangkalannya ini sehingga debitnya berkurang gitu, Mbak," ucapnya pada Acara Kentongan RRI, Selasa, 28 Juli 2026.
Ia menjelaskan hambatan tersebut dirasakan petani di sejumlah kecamatan yang bergantung pada jaringan irigasi dari Waduk Jatiluhur. Kondisi semakin berat ketika kebutuhan air meningkat pada masa pertumbuhan tanaman padi.
Sutatang menilai normalisasi saluran irigasi perlu dilakukan bersamaan dengan percepatan pembagian air menuju wilayah terdampak kekeringan. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi ancaman gagal panen pada musim tanam kali ini.
"Permasalahannya itu karena tumbuhnya eceng gondok dan lain sebagainya tuh," ucapnya.
KTNA berharap pemerintah mempercepat penanganan saluran irigasi agar pasokan air kembali mengalir menuju lahan pertanian. Perbaikan infrastruktur dinilai menjadi solusi penting menjaga produktivitas pertanian di Indramayu.
Upaya tersebut diharapkan mampu mempertahankan hasil panen petani sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. Kolaborasi seluruh pihak diperlukan agar distribusi air berjalan lebih efektif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....