Sekoci Dorong Diversifikasi Pangan melalui Inovasi Pengolahan Sorgum

  • 27 Jul 2026 08:07 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Sedulur Koki Cirebon (Sekoci) terus mendorong diversifikasi pangan melalui inovasi pengolahan sorgum. Upaya tersebut diwujudkan lewat penyelenggaraan program Diskusi Gastronomi yang mengangkat potensi sorgum sebagai bahan pangan alternatif sekaligus memperkenalkan berbagai produk olahan kepada masyarakat.

Ketua Umum Sedulur Koki Cirebon (Sekoci), Rieza Aditya Permana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah awal untuk mengedukasi masyarakat mengenai potensi sorgum yang selama ini masih belum banyak dikenal. Menurutnya, perubahan pola konsumsi masyarakat menjadi tantangan terbesar dalam upaya diversifikasi pangan.

Ia menjelaskan, edukasi mengenai sorgum penting dilakukan mengingat masyarakat Indonesia masih sangat bergantung pada konsumsi nasi sebagai sumber karbohidrat utama. Padahal, menurutnya, sorgum memiliki potensi besar sebagai alternatif pangan, terutama menghadapi tantangan perubahan iklim dan ancaman kemarau panjang.

"Harapan di kegiatan ini kami ingin menyosialisasikan tentang sorgum, sorgum itu bakal jadi apa sih, bisa dijadikan apa saja. Yang paling sulit adalah mengubah kebiasaan orang yang sehari tiga kali makan nasi,” katanya pada Minggu 26 Juli 2026.

Untuk menarik minat masyarakat, Sekoci telah mengembangkan berbagai produk olahan berbahan dasar sorgum. Mulai dari beras sorgum sebagai pengganti nasi, mie sehat hingga gula sorgum yang dapat menjadi pilihan pangan sehari-hari.

"Kami para praktisi kuliner sudah membuat beberapa varian seperti gulanya, pengganti nasinya untuk karbohidrat, mie juga ada,” katanya.

Selain mengembangkan produk, Sekoci juga menggandeng berbagai pihak dalam memperluas edukasi kepada masyarakat. Kolaborasi dilakukan bersama dinas terkait dan kelompok tani yang membudidayakan sorgum, sehingga masing-masing pihak memiliki peran dalam pengembangan komoditas tersebut.

"Kalau dari kami yang bekerja sama dengan kedinasan, upayanya adalah sering mengadakan kegiatan-kegiatan. Untuk penanaman nanti teman-teman kelompok tani, sedangkan kalau sudah menjadi turunannya baru bagian kami di kulinernya," katanya.

Menurut Rieza, inovasi olahan produk sorgum juga berpotensi mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena menawarkan alternatif pangan yang sehat dan bergizi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....