Kuwu Beber Ungkap Tantangan Pengembangan Sorgum menuju Skala Nasional

  • 25 Jul 2026 13:30 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Pengembangan budidaya sorgum di Desa Beber, Kabupaten Cirebon, terus menunjukkan perkembangan positif hingga mampu memasok benih ke berbagai daerah di Indonesia. Meski demikian, upaya memperluas budidaya sorgum menuju skala nasional masih menghadapi sejumlah tantangan.

Kelompok Tani Sorgum sekaligus Kuwu Beber Kabupaten Cirebon, Momon, mengatakan tantangan yang dihadapi bergantung pada target pengembangan yang ingin dicapai. Menurutnya, menanam sorgum untuk kebutuhan sendiri relatif tidak mengalami kendala, namun berbeda jika ingin memperluas usaha hingga memenuhi kebutuhan pasar nasional.

"Kalau hanya cerita nanam untuk kebutuhan pribadi tidak ada masalah. Tapi kalau mau besar dan memenuhi kebutuhan nasional, tentu tantangannya ada, terutama soal modal dan biaya produksi," ujarnya kepada RRI, Jumat, 24 Juli 2026.

Momon menjelaskan, peningkatan kapasitas produksi memerlukan perluasan lahan, biaya sewa, hingga dukungan sarana produksi pertanian. Selain itu, sinergi antara pemerintah, kelompok tani, dan berbagai pemangku kepentingan juga dibutuhkan agar biaya produksi dapat ditekan.

Menurutnya, penggunaan alat dan mesin pertanian mampu meningkatkan efisiensi dibandingkan pengolahan lahan secara manual. Dengan memanfaatkan traktor atau kultivator, pengolahan lahan seluas satu hektare dapat diselesaikan dalam satu hingga dua hari sehingga biaya produksi menjadi lebih rendah.

"Untuk besar kita harus punya modal, tetapi kita juga butuh dukungan alat dan mesin pertanian agar biaya produksi lebih efisien," katanya.

Selain memperkuat budidaya, Pemerintah Desa Beber juga menggagas program Kampung Sorgum sebagai upaya edukasi kepada masyarakat. Program tersebut mendorong setiap rumah menanam sorgum di ember bekas atau polybag sehingga hasil panennya dapat dikumpulkan menjadi sumber pendapatan sekaligus mendukung kemandirian pangan.

Momon menambahkan, apabila program tersebut diterapkan secara luas mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, produksi sorgum dapat meningkat tanpa harus bergantung pada lahan yang luas. Menurutnya, akumulasi hasil panen dari setiap rumah berpotensi memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....