Petaka Angin Kencang di Majalengka, Videotron Roboh Tewaskan Pengendara

  • 24 Jul 2026 23:49 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka - Hembusan angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Jumat 24 Juli 2026 malam, berubah menjadi petaka. Sebuah videotron di kawasan Bunderan Cigasong roboh secara tiba-tiba dan menimpa seorang pengendara yang tengah melintas, menyebabkan korban meninggal dunia.

Peristiwa tragis itu terjadi di salah satu titik vital lalu lintas dalam kota yang menghubungkan berbagai arah jalan nasional. Saat angin berembus kuat, struktur videotron tak mampu menahan terpaan hingga akhirnya tumbang. Reruntuhannya bahkan turut menghantam tiang listrik di sekitar lokasi.

Korban diketahui bernama Wina Apriyanti (18), warga Desa Hegarmanah, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka. Saat kejadian, korban tengah melintas di jalur tersebut sebelum akhirnya tertimpa material videotron yang roboh.

Warga yang berada di sekitar lokasi dan aparat kepolisian sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun nahas, nyawanya tidak tertolong akibat luka berat yang dialami. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Majalengka.

Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi melalui Kapolsek Cigasong AKP Sarjiyo membenarkan insiden tersebut. Pihak kepolisian dan petugas lainnya langsung melakukan penanganan di lokasi kejadian, termasuk pengaturan arus lalu lintas dan evakuasi material yang menghalangi jalan.

Akibat peristiwa itu, arus lalu lintas di kawasan Bunderan Cigasong mengalami kemacetan cukup parah. Hal ini disebabkan posisi lokasi yang merupakan jalur utama penghubung antar wilayah dalam kota Majalengka.

Kejadian ini menambah daftar risiko yang muncul seiring memasuki musim angin kencang di wilayah Majalengka yang dikenal sebagai "kota angin".

Kondisi cuaca ekstrem dinilai berpotensi membahayakan, terutama terhadap infrastruktur luar ruang seperti papan reklame dan videotron.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya ketika cuaca ekstrem melanda.

"Warga diminta berhati-hati, terutama saat melintas di area yang terdapat baliho atau videotron, guna menghindari kejadian serupa," ujar AKP Sarjiyo.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga dapat mengancam keselamatan jiwa jika tidak diantisipasi dengan baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....