BMKG Kertajati Imbau Warga Cirebon Kurangi Aktivitas Luar Ruangan Siang Hari

  • 22 Jul 2026 15:17 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – BMKG Kertajati Majalengka mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari serta memperbanyak konsumsi air putih sebagai langkah menghadapi cuaca panas selama musim kemarau. Imbauan tersebut disampaikan dalam Dialog Cirebon Menyapa pada Selasa, 21 Juli 2026 RRI Cirebon seiring meningkatnya suhu udara di wilayah Cirebon yang diperkirakan masih terus berlangsung hingga Oktober 2026.

Ketua Tim Prakiraan, Data dan Informasi BMKG Kertajati Majalengka, Dyan Anggrainy, mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko dehidrasi akibat suhu udara yang terus meningkat selama musim kemarau. Selain itu, sektor pertanian juga diminta mulai menyesuaikan strategi budidaya menghadapi musim kering.

"Kami menghimbau kepada masyarakat untuk menghindari atau mengurangi aktivitas luar ruangan yang berlebihan, terutama antara pukul 10.00 sampai dengan pukul 16.00," ujar Dyan.

Baca juga: BMKG Pastikan Perubahan Suhu Dingin dan Panas di Cirebon Normal

Ia mengatakan masyarakat juga dianjurkan memperbanyak asupan cairan agar kondisi tubuh tetap terjaga selama beraktivitas. Langkah sederhana tersebut dinilai penting mengingat suhu udara pada musim kemarau dapat mencapai kisaran 34 hingga 36 derajat Celsius, bahkan berpotensi meningkat mendekati 39 derajat Celsius pada Oktober.

Dyan menambahkan sektor pertanian perlu melakukan penyesuaian pola tanam untuk mengurangi dampak kekeringan. Penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering juga menjadi salah satu upaya yang direkomendasikan BMKG selama musim kemarau berlangsung.

"Kemudian juga memperbanyak asupan cairan untuk mencegah dehidrasi dan menghimbau sektor pertanian untuk menggunakan varietas tanaman yang tahan kering, serta mengatur ulang jadwal tanam," ucap Dyan.

Baca juga: BMKG Kertajati: Puncak Cuaca Panas di Ciayumajakuning Terjadi Oktober 2026

BMKG akan terus menyampaikan perkembangan prakiraan cuaca kepada masyarakat sebagai dasar dalam melakukan berbagai langkah mitigasi selama musim kemarau. Dengan kesiapsiagaan sejak dini, dampak cuaca panas terhadap kesehatan maupun sektor pertanian diharapkan dapat diminimalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....