Sekda Jabar Ajak Siswa Terlibat dalam Pembentukan Karakter
- 22 Jul 2026 12:11 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pancawaluya Tahun 2026 pada Selasa, 21 Juli 2026. Penutupan tersebut diwarnai dengan kegiatan Aksi Ekologi yang dipusatkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung.
Kegiatan ini diikuti perwakilan peserta didik SMA dan SMK serta dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. Aksi Ekologi digelar di 882 titik sekolah negeri dengan pemusatan kegiatan di 27 kabupaten/kota.
Secara keseluruhan, kegiatan ini melibatkan 343.374 peserta didik baru kelas X SMA, SMK, dan SLB dari sekolah negeri maupun swasta. Dari jumlah tersebut, 327.604 peserta didik berasal dari sekolah negeri.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman, menegaskan bahwa Aksi Ekologi tidak sekadar menjadi penanda berakhirnya kegiatan MPLS. Menurutnya, aksi ini merupakan awal dari pembentukan karakter siswa yang harus terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kegiatan ini hanya simbolis. Yang paling penting adalah gerakan nyata setelah kembali ke rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat," katanya menegaskan dalam rilis yang diterima RRI, Rabu, 22 Juli 2026.
Sekda juga mengajak para peserta didik membiasakan diri terlibat dalam berbagai kegiatan domestik sebagai bagian dari pembentukan karakter. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti menyapu rumah, mencuci dan menyetrika pakaian sendiri, membantu orang tua berdagang, bertani maupun menjaga kebersihan lingkungan merupakan latihan untuk membangun kepemimpinan, kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.
"Cara terbaik meramal masa depan adalah menciptakannya hari ini. Mulailah dari hal-hal kecil, sederhana, tetapi dilakukan secara konsisten. Kebiasaan baik itulah yang akan membentuk karakter dan mengantarkan kalian menjadi pemimpin di masa depan," ucapnya.
Sekda menambahkan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik semata. Kesuksesan tersebut juga dipengaruhi oleh karakter dan soft skills yang dibangun melalui kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Purwanto, menyatakan bahwa Aksi Ekologi merupakan bagian dari praktik pedagogik dalam implementasi pendidikan karakter Pancawaluya. Ia berharap kegiatan ini dapat melekat dan menjadi budaya berkelanjutan di seluruh satuan pendidikan.
"Aksi Ekologi bukan kegiatan satu hari. Ini adalah praktik pembelajaran yang harus menjadi kebiasaan di sekolah. Dimulai dari menjaga kebersihan diri, kelas, halaman sekolah, hingga lingkungan sekitar sebagai bagian dari pendidikan karakter," ujarnya.
Kadisdik menjelaskan bahwa pelaksanaan Aksi Ekologi ini dilakukan secara kolaboratif bersama berbagai pihak. Kolaborasi tersebut melibatkan River Clean Up Indonesia, Komunitas Sapulidi, perangkat daerah, TNI, Polri, hingga berbagai komunitas peduli lingkungan lainnya.
Di tingkat provinsi, para peserta melakukan berbagai aksi nyata seperti operasi semut, membersihkan kawasan, sungai, serta area makam para pahlawan. Selain itu, mereka juga mengikuti edukasi pelestarian lingkungan yang digelar bersama River Clean Up Indonesia dan Komunitas Sapulidi Disdik Jabar.
Selain dipusatkan di TMP Cikutra, Aksi Ekologi ini juga dilaksanakan di SMAN 3 Bandung dan SMAN 5 Bandung bersama Pandawara Group. Kegiatan serupa turut diselenggarakan secara serentak di seluruh satuan pendidikan yang ada di Jawa Barat.
Melalui gerakan ini, semangat menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan diharapkan tidak berhenti setelah MPLS usai. Kegiatan ini diharapkan menjadi budaya yang terus tumbuh dalam diri peserta didik sebagai wujud nyata karakter Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....