Piala Dunia 2026 Jadi Momentum Benahi Pembinaan Sepak Bola Indonesia
- 22 Jul 2026 08:15 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Hasil Piala Dunia FIFA 2026 dinilai menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pembinaan sepak bola nasional. Selain meningkatkan kualitas kompetisi, penguatan pembinaan usia dini, infrastruktur, hingga sinergi seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci agar Indonesia mampu bersaing di level dunia.
Hal tersebut mengemuka dalam Dialog Cirebon Menyapa bertema "Belajar dari Panggung Dunia: Apa yang Bisa Diambil Sepak Bola Indonesia dari Hasil Piala Dunia 2026?" yang disiarkan RRI Cirebon, Senin 20 Juli 2026, menghadirkan Ketua Askab PSSI Majalengka, Asep Mulyana Muslim, dan pengamat sepak bola Asep Saepuloh.
Ketua Askab PSSI Majalengka, Asep Mulyana Muslim, menilai Indonesia memiliki talenta pemain muda yang tidak kalah dibanding negara-negara Asia Tenggara. Namun, menurutnya, potensi tersebut belum didukung sistem pembinaan yang mampu mengantarkan pemain berkembang hingga level profesional.
"Tolong lengkapi infrastruktur yang memenuhi standar, kemudian jadikanlah liga sebagai pabrik pemain, mohon klub Liga 1 dan Liga 2 betul-betul memaksimalkan Elite Pro Academy untuk mendapatkan pemain-pemain berkualitas hasil seleksi yang objektif," ujarnya.
Ia juga menyoroti masih minimnya klub yang berani memberikan menit bermain kepada pemain muda. Menurutnya, keberanian pelatih memainkan pemain usia muda seperti yang dilakukan Spanyol di Piala Dunia menjadi contoh penting yang harus diterapkan di Indonesia.
Selain pembinaan pemain, Ia menegaskan bahwa pembentukan karakter juga tidak kalah penting. Ia mengingatkan seluruh pihak agar sabar menjalani proses pembinaan tanpa mengejar hasil instan.
Sementara itu, pengamat sepak bola Asep Saepuloh menilai pembelajaran dari Piala Dunia 2026 tidak hanya berkaitan dengan kualitas permainan, tetapi juga budaya sepak bola yang sehat, khususnya perilaku suporter.
"Yang patut kita contoh adalah ketertiban suporter. Kekecewaan karena tim kalah tidak dilampiaskan dengan tindakan negatif yang dapat merugikan klub maupun tim nasional," ujarnya.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan regulasi yang lebih tegas terhadap perilaku suporter. Selain itu didukung juga dengan sistem digitalisasi stadion dan pengamanan yang baik agar tragedi seperti yang pernah terjadi di masa lalu tidak kembali terulang.
Keberhasilan negara-negara peserta Piala Dunia 2026 menunjukkan pentingnya pembangunan sepak bola yang dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembinaan usia dini, infrastruktur, profesionalisme klub, hingga budaya suporter yang dewasa. Dengan pembenahan tersebut, peluang Indonesia tampil di Piala Dunia 2030 akan semakin terbuka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....