Siaga Kekeringan, Air Irigasi Kecamatan Suranenggala Dipastikan Aman
- 18 Jul 2026 19:47 WIB
- Cirebon
RRI.co.id, Cirebon – Kecamatan Suranenggala memastikan kebutuhan air irigasi untuk mendukung musim tanam kedua masih dalam kondisi aman meski Kabupaten Cirebon telah menetapkan status siaga darurat kekeringan hingga akhir September 2026. Kepastian tersebut diperoleh setelah pemerintah kecamatan melakukan pemantauan lapangan bersama pemerintah desa dan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait keberlangsungan pasokan air irigasi.
Hal itu disampaikan Camat Suranenggala, Amin Mughni, saat menjadi narasumber Dialog "Cirebon Menyapa" yang disiarkan RRI Cirebon pada Rabu, 15 Juli 2026. Ia menjelaskan wilayah Suranenggala saat ini telah memasuki musim tanam kedua sehingga ketersediaan air menjadi faktor utama yang terus dipantau pemerintah kecamatan.
Menurut Amin, secara umum kondisi pengairan di wilayah Suranenggala masih mencukupi untuk mendukung aktivitas pertanian hingga pertengahan masa tanam kedua. Pemerintah kecamatan juga terus memastikan distribusi air tetap berjalan agar para petani tidak mengalami gangguan selama musim kemarau.
"Secara geografis di Kecamatan Suranenggala sudah masuk masa tanam kedua. Alhamdulillah secara umum pengairan di Suranenggala sangat baik dan dianggap cukup sampai masa tanam," ujar Amin.
Ia mengatakan pemerintah kecamatan bersama para kuwu juga telah meninjau Bendungan Gandasari di Desa Kalianyar yang rencananya akan diperbaiki oleh BBWS. Namun, pemerintah kecamatan mengirimkan surat agar pekerjaan tersebut ditunda sementara karena bertepatan dengan dimulainya musim tanam sehingga pasokan air bagi petani tetap terjaga.
Selain Bendungan Gandasari, kebutuhan air irigasi di Suranenggala selama ini dipasok dari Bendungan Rentang melalui tiga jalur distribusi utama, yakni jalur Arjawinangun, Sungai Karangsambung, dan Jamblang. Jalur tersebut dimanfaatkan untuk mengalirkan air secara langsung ke lahan pertanian yang tersebar di sejumlah desa.
"Air irigasi kami manfaatkan terutama dari Bendungan Rentang. Ada tiga jalur yang bisa dimanfaatkan, yaitu melalui Arjawinangun, Sungai Karangsambung, dan Jamblang," kata Amin.
Meski hingga pertengahan Juli belum ada keluhan dari petani terkait kekurangan air, pemerintah kecamatan tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat BMKG memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada Juli hingga September 2026. Koordinasi dengan pemerintah desa juga terus dilakukan agar langkah antisipasi dapat segera dilaksanakan apabila kondisi kekeringan semakin meningkat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....