OJK Cirebon Angkat 22 Finalis Jaka Rara Kota Cirebon Jadi Duta Literasi Keuangan
- 09 Jul 2026 14:06 WIB
- Cirebon
RRI.co.id, Cirebon – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mengangkat 22 Finalis Jaka Rara Kota Cirebon 2026 sebagai Duta Literasi Keuangan usai mengikuti Training of Trainers (ToT) Literasi Keuangan di Kantor OJK Cirebon pada Rabu, 8 Juli 2026. Program hasil kolaborasi OJK Cirebon dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon itu bertujuan memperluas edukasi keuangan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon Agus Sukmanjaya, Penasihat Paguyuban Jaka Rara Kota Cirebon Feri Rahman Hakim, serta Ketua Paguyuban Jaka Rara Kota Cirebon M. Ramdan. Selain pelatihan, para finalis juga dikukuhkan sebagai mitra OJK dalam menyebarluaskan literasi keuangan.
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan peningkatan literasi keuangan tidak dapat dilakukan oleh OJK sendiri, tetapi membutuhkan sinergi dengan pemerintah daerah, komunitas, dunia pendidikan, media, dan generasi muda. Menurutnya, Finalis Jaka Rara memiliki kapasitas dan jejaring yang kuat untuk menjadi penyambung edukasi keuangan kepada masyarakat.
"Generasi muda bukan hanya calon pemimpin masa depan, tetapi juga agen perubahan yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk perilaku masyarakat. Oleh karena itu, kami percaya Finalis Jaka Rara Kota Cirebon memiliki kapasitas, kredibilitas, dan jejaring yang kuat untuk menjadi penyambung pesan literasi keuangan kepada masyarakat luas," ujar Agus.
Melalui pelatihan tersebut, para finalis memperoleh materi mengenai pengelolaan keuangan yang bijak, perencanaan keuangan, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan yang legal, serta kewaspadaan terhadap investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan penipuan keuangan digital. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.
Agus mengatakan literasi keuangan menjadi kebutuhan yang semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi sektor keuangan. Menurutnya, masyarakat harus mampu memahami manfaat dan risiko setiap produk keuangan serta memastikan seluruh aktivitas keuangan dilakukan melalui lembaga yang berizin dan diawasi OJK.
"Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi sektor keuangan, literasi keuangan bukan lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan. Masyarakat perlu memiliki kemampuan mengambil keputusan keuangan yang tepat dan memastikan aktivitas keuangan dilakukan melalui lembaga yang berizin dan diawasi OJK," ujar Agus.
OJK Cirebon berharap para Duta Literasi Keuangan dapat menjadi komunikator yang aktif dalam menyampaikan edukasi keuangan melalui sekolah, perguruan tinggi, komunitas, media sosial, maupun berbagai kegiatan kemasyarakatan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan sekaligus mewujudkan ekosistem jasa keuangan yang aman dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....