Dispusip Kota Cirebon Dorong Literasi Digital untuk Perangi Hoaks

  • 08 Jul 2026 20:03 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Cirebon terus memperkuat literasi informasi di tengah pesatnya perkembangan media sosial dan teknologi digital. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat mampu memilah informasi yang benar, bermanfaat, serta terhindar dari penyebaran informasi yang menyesatkan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Cirebon, H. Mastara, SP., M.Si, mengatakan minat baca masyarakat sebenarnya cukup tinggi. Menurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini bukan rendahnya minat baca, melainkan pemerataan akses dan pembinaan literasi di berbagai kalangan.

"Kalau saya lihat, minat baca atau tingkat literasi masyarakat bukan kurang, tetapi belum merata. Yang perlu kita dorong adalah pemerataannya melalui berbagai program literasi," ujar Mastara kepada RRI dalam Dialog Cirebon Menyapa edisi Rabu, 8 Juli 2026.

Mastara menjelaskan, Dispusip Kota Cirebon rutin menggelar berbagai kegiatan untuk meningkatkan budaya membaca, seperti lomba resensi buku, lomba bertutur, dan lomba perpustakaan kelurahan. Berbagai kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat, termasuk siswa sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah.

Menurutnya, peserta lomba bertutur menunjukkan kemampuan yang baik dalam memahami dan menyampaikan kembali cerita yang telah dibaca. Hal tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak memiliki potensi literasi yang perlu terus dibina melalui kegiatan yang edukatif dan menarik.

"Kuncinya adalah bagaimana kita mengarahkan dan mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda. Jangan sampai mereka mengakses hal-hal yang tidak sesuai atau disalahgunakan di era digital ini," katanya.

Selain menggelar berbagai kegiatan literasi, Dispusip Kota Cirebon juga memberikan pendampingan kepada pengunjung, terutama anak-anak, di micro library. Petugas perpustakaan mengarahkan mereka untuk memanfaatkan koleksi bacaan dan layanan perpustakaan digital sebagai sumber informasi yang positif dan edukatif.

Mastara menambahkan, layanan perpustakaan digital yang dapat diakses melalui pemindaian kode QR juga memudahkan masyarakat memperoleh bahan bacaan yang terpercaya. Melalui edukasi dan pendampingan tersebut, Dispusip berharap masyarakat semakin bijak dalam memanfaatkan teknologi sekaligus mampu menyaring informasi yang beredar di ruang digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....