FPP Indramayu Tolak Wacana Pergantian Nama Provinsi Jawa Barat
- 04 Jul 2026 23:08 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Indramayu - Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Indramayu menyatakan sikap menolak keras terhadap wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat. Menurut Ketua FPP Kabupaten Indramayu, KH. Azun Mauzun, nama Jawa Barat bukan sekadar identitas administratif, melainkan memiliki nilai sejarah, budaya, perjuangan, dan kebersamaan yang telah melekat kuat dalam kehidupan masyarakat selama puluhan tahun.
KH. Azun Mauzun menegaskan bahwa setiap perubahan terhadap identitas daerah harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian, melalui kajian yang komprehensif, serta melibatkan partisipasi masyarakat secara luas. Menurutnya, perubahan nama provinsi bukanlah persoalan sederhana karena menyangkut sejarah, jati diri masyarakat, serta berbagai aspek administrasi dan sosial yang berdampak luas.
"Nama Jawa Barat merupakan simbol persatuan masyarakat yang terdiri dari berbagai latar belakang budaya, agama, dan suku. Oleh karena itu, tidak semestinya diubah tanpa adanya alasan yang benar-benar mendasar dan tanpa adanya kesepakatan dari masyarakat Jawa Barat," ujarnya. Sabtu 4 Juli 2026
Ia menambahkan bahwa saat ini masyarakat lebih membutuhkan perhatian pemerintah terhadap berbagai persoalan yang menyentuh kehidupan sehari-hari, seperti peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan masyarakat, pembangunan pesantren, pemberdayaan ekonomi umat, pelayanan kesehatan, pembukaan lapangan pekerjaan, serta pembangunan infrastruktur yang merata.
Menurut KH. Azun Mauzun, energi pemerintah sebaiknya difokuskan pada upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat daripada memunculkan polemik yang berpotensi menimbulkan perdebatan berkepanjangan mengenai pergantian nama provinsi.
Sebagai organisasi yang mewadahi pondok pesantren di Kabupaten Indramayu, FPP berharap seluruh elemen masyarakat tetap menjaga persatuan, menghormati sejarah daerah, dan tidak mudah terpecah oleh isu-isu yang dapat mengganggu keharmonisan sosial.
FPP Kabupaten Indramayu juga mengajak seluruh tokoh masyarakat, ulama, akademisi, budayawan, dan pemerintah untuk mengedepankan musyawarah dalam setiap pengambilan kebijakan strategis yang berkaitan dengan identitas daerah.
"Jangan sampai perubahan nama justru mengaburkan nilai-nilai sejarah yang telah diwariskan oleh para pendahulu. Jawa Barat memiliki identitas yang telah dikenal secara nasional maupun internasional dan menjadi kebanggaan masyarakatnya. Oleh karena itu, kami menyatakan menolak keras wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat dan berharap pemerintah lebih mengutamakan kebijakan yang benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat," ucap KH. Azun Mauzun mengakhiri percakapanya 4 Juli 2026
Demikian pernyataan sikap ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian Forum Pondok Pesantren Kabupaten Indramayu terhadap pelestarian identitas daerah, persatuan masyarakat, dan pembangunan yang berorientasi pada kemaslahatan umat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....