Libur Sekolah Tekan Permintaan MBG, Harga Pangan di Kuningan Turun

  • 03 Jul 2026 23:42 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan - Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kabupaten Kuningan terus memantau dinamika harga kebutuhan pokok di wilayahnya. Memasuki momen libur sekolah, sejumlah komoditas pangan utama di Pasar Kepuh Kuningan terpantau mengalami tren penurunan harga akibat merosotnya angka permintaan.

Kepala Diskopdagperin Kabupaten Kuningan, Toni Kusumanto, menegaskan bahwa pergerakan harga di lapangan saat ini sangat dipengaruhi oleh hukum pasar baku, yaitu permintaan dan penawaran (supply and demand). Penurunan harga kali ini dipicu oleh berkurangnya aktivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah selama masa liburan.

"Kebetulan sekarang berarti yang menggunakan di MBG berkurang, demand-nya atau permintaannya (turun). Nah, kalau suplainya tetap, otomatis kan harga turun. Pengawasan kita dari hari Senin kemarin sudah berkurang, tapi mulai turunnya sekarang ini," ujar Toni saat dihubungi RRI Cirebon, Jumat 3 Juli 2026.

Toni menambahkan, kunci utama dalam menjaga stabilitas harga dan menekan angka inflasi daerah adalah dengan memastikan kelancaran pasokan barang di pasar. "Mungkin pasokan harus stabil juga suplainya, supaya tidak ada kelangkaan barang. Jadi pada saat suplai cukup, harga juga cukup," jelasnya.

Rincian Harga Komoditas yang Alami Penurunan

Berdasarkan data perkembangan harga terbaru di Pasar Kepuh per Kamis, 2 Juli 2026, komoditas yang kompak turun di antaranya adalah kelompok cabai, daging ayam, telur, dan sayur-sayuran:

Daging ayam ras kini berada di kisaran Rp29.000 - Rp32.000 per kg, sementara telur ayam ras dibanderol stabil rendah di angka Rp23.500 - Rp24.000 per kg.

Harga cabai merah berada di angka Rp25.000 - Rp30.000 per kg, cabai rawit hijau Rp30.000 - Rp35.000 per kg, dan cabai rawit merah di kisaran Rp40.000 - Rp45.000 per kg. Sedangkan harga sayuran relatif murah, seperti kol yang menyentuh Rp8.000 per kg, tomat Rp9.000 - Rp12.000 per kg, dan sawi putih di kisaran Rp6.000 - Rp7.000 per kg.

Sementara itu, untuk komoditas utama seperti beras, harga masih relatif terjaga dengan Beras Premium di angka Rp14.900 per kg, Medium Rp13.000 per kg, dan beras SPHP Bulog di harga Rp12.000 per kg.

Ketika disinggung mengenai dampak penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terhadap kondisi ekonomi keluarga kelas menengah di Kuningan, Toni menyampaikan bahwa sejauh ini situasi di lapangan masih relatif kondusif dan belum menunjukkan adanya gejolak. Hal ini dikarenakan pasokan BBM bersubsidi jenis Pertalite masih aman dan harganya tetap.

"Kalau sementara ini belum (berpengaruh), karena kan yang naik itu harga yang non-subsidi, kalau Pertalite kan masih tetap ada. Sementara ini belum ada gejolak karena harga-harga juga relatif stabil," tambahnya.

Meski begitu, pihaknya mengakui belum melakukan survei mendalam secara khusus untuk memetakan dampak ekonomi jangka panjang terhadap kelompok masyarakat menengah pasca-perubahan harga BBM tersebut. Kendati demikian, pihak dinas berkomitmen untuk terus mengawal ketersediaan barang pokok penting agar roda ekonomi masyarakat Kuningan tetap berjalan dengan stabil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....