Waspada Kemarau, 26 Kecamatan di Majalengka Terancam Karhutla

  • 03 Jul 2026 12:38 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka – BPBD Kabupaten Majalengka memetakan seluruh kecamatan di wilayahnya memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama puncak musim kemarau yang diprediksi berlangsung pada Juli hingga September 2026. Ancaman tersebut mencakup kebakaran hutan di kawasan lereng Gunung Ciremai dan wilayah perbatasan, serta kebakaran lahan yang tersebar hampir di seluruh desa akibat vegetasi mengering dan minimnya curah hujan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Dr. H. Agus Tamim, ST., M.Si., mengatakan pemetaan dilakukan berdasarkan kondisi geografis serta pengalaman kejadian kebakaran dalam dua hingga tiga tahun terakhir. Menurutnya, hampir seluruh wilayah Kabupaten Majalengka memiliki tingkat kerawanan sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

"Kalau karhutla itu hampir seluruh kecamatan di Majalengka, dan desanya juga hampir seluruhnya terancam kebakaran. Kalau kebakaran hutan adanya di lereng-lereng Gunung Ciremai dan perbatasan Kuningan, sedangkan kebakaran lahan tersebar hampir di seluruh desa di Majalengka," ujar Agus dalam Dialog Cirebon Menyapa di RRI Cirebon, Jumat, 3 Juli 2026.

Adapun kecamatan yang dipetakan memiliki potensi karhutla meliputi Lemahsugih, Bantarujeg, Malausma, Cikijing, Cingambul, Talaga, Banjaran, Argapura, Maja, Majalengka, Cigasong, Sukahaji, Sindang, Rajagaluh, Sindangwangi, Leuwimunding, Palasah, Jatiwangi, Dawuan, Kasokandel, Panyingkiran, Kadipaten, Kertajati, Jatitujuh, Ligung, dan Sumberjaya. BPBD menilai seluruh kecamatan tersebut memiliki tingkat kerawanan yang berbeda-beda, baik terhadap kebakaran hutan maupun kebakaran lahan selama musim kemarau berlangsung.

Agus menjelaskan kebakaran hutan umumnya berpotensi terjadi di kawasan lereng Gunung Ciremai dan wilayah perbatasan Kabupaten Majalengka, sedangkan kebakaran lahan banyak dipicu oleh kondisi ilalang serta vegetasi yang mengering akibat berkurangnya pasokan air. Kondisi tersebut membuat lahan kosong maupun area perkebunan menjadi lebih mudah terbakar apabila terdapat sumber api.

"Lahan-lahan yang kering itu sangat rentan terkait dengan kebakaran lahan, sehingga hampir seluruh desa di Majalengka memiliki lahan yang berpotensi menjadi kebakaran," kata Agus.

Selain meningkatkan pemantauan, BPBD Majalengka terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan berbagai instansi terkait untuk memperkuat langkah mitigasi selama musim kemarau. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran agar risiko karhutla di Kabupaten Majalengka dapat ditekan semaksimal mungkin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....