Toto Suharto: Kuningan Butuh Investasi, tapi Jangan Korbankan Lingkungan
- 30 Jun 2026 13:22 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Toto Suharto, S.Farm., Apt., menegaskan Kabupaten Kuningan membutuhkan investasi baru untuk membuka lapangan pekerjaan. Namun, ia mengingatkan setiap industri yang masuk harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Hal itu disampaikan Toto saat menanggapi pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang tengah dibahas DPRD Provinsi Jawa Barat.
Menurut Toto, regulasi tersebut menjadi langkah penting agar pembangunan dan investasi di Jawa Barat dapat berjalan seimbang, dengan tetap menjaga ekosistem serta melindungi kepentingan masyarakat.
| Baca juga: SK DPP Diterima, PAN Kuningan Siap Bergerak |
“Kita harus mengatur kembali melalui regulasi yang baru agar lingkungan ini jangan sampai rusak. Termasuk di dalamnya urusan Galian C, yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (LH) dan ESDM. Kalau ada tambang yang merusak aliran sungai, tentu tidak boleh dan bisa ditindak,” ujar Toto saat dikonfirmasi, Senin 29 Juni 2026.
Ia menjelaskan, Ranperda tersebut akan menjadi dasar penguatan pengawasan terhadap tata ruang, aktivitas usaha, hingga berbagai kegiatan yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan.
Toto menegaskan, keberadaan Peraturan Daerah harus benar-benar memberikan perlindungan kepada masyarakat.
“Namanya Peraturan Daerah itu fungsinya untuk mengamankan dan menyejahterakan masyarakat, bukan malah mengorbankan mereka,” ucapnya.
Di sisi lain, Toto menyoroti kondisi Kabupaten Kuningan yang selama ini dikenal sebagai daerah wisata dan pertanian. Menurutnya, potensi tersebut tetap harus dikembangkan, namun daerah juga perlu membuka ruang bagi sektor industri untuk menciptakan lapangan kerja.
Ia menilai, persoalan kemiskinan akan sulit ditekan apabila angka pengangguran tidak diatasi melalui peningkatan kesempatan kerja.
“Kita harus membuka ruang industri, tetapi industrinya wajib yang ramah lingkungan,” katanya.
Toto mencontohkan keberadaan pabrik sepatu asal Korea di Kuningan sebagai salah satu bentuk investasi yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat selama tetap mematuhi aturan lingkungan.
“Tidak jadi masalah ada pabrik sepatu atau industri lainnya, yang penting tidak ada pencemaran lingkungan. Karena bagaimanapun juga, Kuningan saat ini sangat memerlukan lapangan pekerjaan untuk menekan angka kemiskinan,” ujarnya.
Sementara itu, terkait Ranperda Perubahan atas Perda Nomor 5 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, Toto menyebut Fraksi PAN DPRD Jabar juga memberikan sejumlah catatan penting.
Di antaranya mendorong standarisasi dan inklusivitas sekolah ekologis, kepastian kesejahteraan guru honorer dan tenaga kependidikan, penyusunan asesmen karakter tanpa menambah beban administrasi guru, serta penguatan perlindungan anti kekerasan di sekolah.
Menurut Toto, dukungan anggaran menjadi bagian penting agar seluruh regulasi yang dibuat tidak berhenti pada tataran aturan, tetapi benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Jawa Barat, termasuk warga Kuningan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....