Retret Kades Kuningan Dibekali Wawasan Bela Negara, Kodim Tekankan Desa Fondasi NK

  • 25 Jul 2026 20:40 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan – Ratusan kepala desa se-Kabupaten Kuningan mengikuti kegiatan Retret Kepala Desa Tahun 2026 yang digelar di Kebun Raya Kuningan, Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Sabtu, 25 Juli 2026. Dalam agenda tersebut, para kepala desa mendapat pembekalan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dan Bela Negara langsung dari Kodim 0615/Kuningan.

Pemateri retret, Kapten Kav Suharto menegaskan desa memiliki posisi strategis sebagai fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, desa bukan hanya menjadi pusat pembangunan, tetapi juga berperan sebagai benteng ketahanan pangan nasional dan penjaga nilai-nilai budaya bangsa.

"Desa adalah pondasi negara yang menjadi pertahanan utama NKRI, pusat ketahanan pangan nasional, sekaligus cerminan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kepala desa memegang peran yang sangat penting dalam menjaga kekuatan bangsa dari tingkat paling bawah," ujar Kapten Kav Suharto.

Baca juga: Korve Massal TNI Tingkatkan Kebersihan Lingkungan Pasar

Ia menjelaskan, bela negara tidak selalu dimaknai sebagai mengangkat senjata atau terlibat dalam peperangan. Semangat bela negara, kata dia, diwujudkan melalui pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

"Makna bela negara bukan semata berada di medan perang. Kepala desa merupakan penopang pemerintah daerah maupun pemerintah pusat yang memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," katanya.

Kapten Kav Suharto juga mengingatkan setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk ikut serta dalam upaya pembelaan negara sebagaimana diamanatkan Pasal 27 Undang-Undang Dasar 1945. Oleh sebab itu, kepala desa diharapkan menjadi teladan dalam menjalankan nilai-nilai kebangsaan.

Menurutnya, terdapat empat pilar utama bela negara yang wajib dimiliki oleh setiap aparatur pemerintahan. Pilar-pilar tersebut meliputi rasa cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, kesetiaan kepada Pancasila sebagai ideologi negara, serta kerelaan berkorban demi kepentingan bangsa dan negara.

"Kepala desa harus menjadi penggerak masyarakat, teladan dalam menjaga persatuan, serta pelindung nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan di lingkungan desa," ujarnya menegaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....