Tak Hanya Cari Nafkah, IpeKB Cirebon Minta Sosok Ayah Hadir Secara Fisik
- 29 Jun 2026 15:27 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang diperingati pada Senin, 29 Juni 2026, mengangkat tema "Ayah Wajib Hadir" sebagai upaya mendorong keterlibatan aktif suami dalam perencanaan keluarga, pengasuhan anak, dan pengambilan keputusan di rumah tangga guna mewujudkan keluarga harmonis serta mendukung upaya pencegahan stunting. Tema tersebut menjadi pembahasan dalam Dialog Cirebon Menyapa RRI Cirebon bersama Dewan Pengurus Cabang Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (DPC IpeKB) Kabupaten Cirebon.
Menurut Penyuluh KB Ahli Madya sekaligus DPC IpeKB Kabupaten Cirebon, Cecep Sultradinata, makna Ayah Wajib Hadir tidak hanya sebatas kehadiran secara fisik, tetapi juga mencakup keterlibatan emosional dan spiritual dalam kehidupan keluarga. "Ayah Wajib Hadir artinya tidak hanya ibu yang menjadi tanggung jawab, tetapi sesungguhnya ayahlah yang harus berperan penting, jadi wajib hadir secara fisik maupun spiritual," kata Cecep kepada RRI Senin 29 Juni 2026.
Ia menjelaskan, selama ini masih terdapat anggapan bahwa urusan pengasuhan anak dan berbagai aktivitas keluarga merupakan tanggung jawab ibu, mulai dari mengantar anak ke sekolah hingga mengambil rapor. Menurutnya, perubahan pola pikir tersebut perlu terus didorong agar ayah ikut terlibat dalam berbagai aktivitas keluarga sehingga tercipta pembagian peran yang lebih seimbang.
Cecep menilai keterlibatan suami dalam perencanaan keluarga, termasuk program Keluarga Berencana (KB), menjadi faktor penting dalam membangun keluarga yang sehat dan harmonis. "Sosok ayah hadir tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendidik, pelindung, dan teman bagi anggota keluarganya," ujar Cecep.
Ia menambahkan, kehadiran ayah dalam keluarga akan memberikan dampak langsung terhadap kestabilan emosi serta perkembangan anak, sekaligus mendukung terwujudnya tujuan pembangunan keluarga. "Keterlibatan aktif ayah akan berdampak langsung pada kestabilan emosi dan kesadaran anak sehingga tujuan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera insya Allah akan terwujud," ucap Cecep.
Di Kabupaten Cirebon, Cecep menyebut partisipasi para ayah dalam pengasuhan dan aktivitas keluarga mulai menunjukkan peningkatan seiring digalakkannya kampanye "Ayah Wajib Hadir" dalam beberapa waktu terakhir. Ia mencontohkan semakin banyak ayah yang hadir saat pembagian rapor maupun mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah sebagai bentuk keterlibatan langsung dalam kehidupan anak.
Meski demikian, ia mengakui kesadaran tersebut belum sepenuhnya merata di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon sehingga masih diperlukan edukasi dan sosialisasi secara berkelanjutan. "Saat ini belum sepenuhnya, paling sekitar 50 persen yang menyadari tentang hal ini karena memang baru saat ini digembar-gemborkan, sehingga peran ayah belum merata di Kabupaten Cirebon," kata Cecep.
Cecep juga menegaskan bahwa kehadiran ayah dalam keluarga tidak bertentangan dengan tanggung jawab sebagai pencari nafkah karena keduanya dapat berjalan beriringan. "Setelah para ayah pulang kembali ke rumah tangga, mulailah berperan sebagai sosok ayah yang hadir kembali sehingga tidak mengganggu aktivitas ayah sebagai kepala keluarga maupun pencari nafkah," ujar Cecep.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....