Modal Korea Selatan Rp1,2 Triliun Siap Masuk, Kuningan Bidik Pertumbuhan Industri

  • 28 Jun 2026 21:37 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan – Arus investasi menuju Kabupaten Kuningan mulai menunjukkan perkembangan baru. Perusahaan asal Korea Selatan berencana menanamkan modal sekitar Rp1,2 triliun untuk membangun industri sepatu, yang diproyeksikan menjadi salah satu proyek manufaktur terbesar di daerah tersebut.

Investasi ini dinilai menjadi peluang bagi Kuningan untuk memperkuat struktur ekonomi daerah melalui sektor industri pengolahan. Selama ini, roda ekonomi masyarakat banyak bergerak pada sektor pertanian, perdagangan, dan jasa.

Rencana pembangunan fasilitas produksi akan dilakukan di wilayah Kecamatan Jalaksana dan Japara dengan kebutuhan lahan sekitar 22 hektare. Tahapan awal investasi saat ini masih berjalan, termasuk persiapan lokasi pembangunan.

Selain membuka lapangan pekerjaan, masuknya industri tersebut diperkirakan menciptakan efek ekonomi berantai. Aktivitas produksi nantinya membutuhkan berbagai sektor pendukung, mulai dari penyedia bahan, jasa pengiriman, transportasi, akomodasi, hingga usaha kecil di sekitar kawasan.

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengatakan pemerintah daerah melihat investasi tersebut sebagai peluang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. “Investasi ini bukan hanya soal pembangunan pabrik, tetapi bagaimana ekonomi masyarakat ikut bergerak. Harapannya ada penyerapan tenaga kerja dan muncul peluang usaha baru,” kata Dian, Minggu, 28 Juni 2028.

Menurutnya, semakin banyak investasi yang masuk akan memperkuat daya saing daerah. Langkah ini sekaligus dapat meningkatkan kepercayaan pelaku usaha terhadap potensi yang dimiliki Kabupaten Kuningan.

Pemkab Kuningan terus mendorong terciptanya ekosistem bisnis yang mendukung bagi para investor. Hal ini diwujudkan melalui pemberian kemudahan perizinan serta penyediaan infrastruktur yang siap pakai agar kegiatan usaha dapat berjalan secara optimal.

Proyek industri sepatu asal Korea Selatan ini memiliki nilai investasi yang mencapai triliunan rupiah. Dengan nilai yang fantastis tersebut, proyek ini diharapkan menjadi motor baru perekonomian Kuningan sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat dalam perkembangan sektor manufaktur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....