Wujudkan Kota Layak Anak, Pemkot Cirebon Sasar Lingkungan Digital

  • 28 Jun 2026 20:10 WIB
  •  Cirebon

RRI.co.id, Cirebon – Penguatan literasi digital bagi keluarga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Cirebon dalam mewujudkan Kota Layak Anak, terutama untuk melindungi anak dari berbagai dampak negatif penggunaan teknologi digital. Komitmen tersebut disampaikan saat pembukaan kegiatan Pelatihan Literasi Digital Masyarakat Umum dan Anak bertajuk Digital Parenting Talk: Kenali PP TUNAS (Tunggu Anak Siap), Lindungi Anak di Dunia Digital di Ruang Adipura Kencana Balai Kota Cirebon, Sabtu, 27 Juni 2026.

Kegiatan yang diikuti guru, anggota PKK, organisasi perempuan, komunitas literasi digital, serta masyarakat umum itu menjadi wadah edukasi mengenai pendampingan anak di ruang digital melalui penerapan PP TUNAS. Pemerintah Kota Cirebon juga menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital bersama sejumlah pemangku kepentingan untuk memperkuat perlindungan anak di era digital.

Menurut Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Kota Cirebon, Noviyanti Edo, kegiatan tersebut memiliki peran penting karena sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam membangun lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak, termasuk ketika mereka beraktivitas di dunia digital. Ia menilai tantangan perkembangan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan pengetahuan orang tua dan masyarakat.

"Kegiatan ini bagi saya sangat penting sekali, karena saya sebagai Ketua TP PKK begitu fokus dan peduli untuk Kota Layak Anak. Saya tidak mau anak-anak di Kota Cirebon ini hanyut dengan digitalnya," ujar Noviyanti.

Ia mengatakan, konsep Kota Layak Anak tidak hanya berbicara mengenai kesejahteraan dan lingkungan fisik yang aman, tetapi juga mencakup perlindungan anak saat menggunakan internet dan berbagai platform digital. Karena itu, edukasi mengenai literasi digital menjadi salah satu langkah nyata untuk mendukung kebijakan tersebut.

"Kita tetap tegak lurus bagaimana caranya Kota Cirebon menjadi Kota Layak Anak. Layak anak itu tidak hanya melihat tumbuh kembang anak, tetapi bagaimana anak-anak ada di lingkungan digital," katanya.

Melalui kegiatan tersebut, ia berharap seluruh peserta memperoleh pemahaman baru yang dapat diterapkan dalam mendampingi anak menggunakan teknologi secara bijak. Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak.

"Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi awal yang bagus buat Kota Cirebon. Mudah-mudahan acara ini bisa berjalan lancar, bermanfaat, dan menambah ilmu bagi kita semua," ucap Noviyanti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....