Tingkatkan Mutu Pendidikan, Puluhan Kepala Madrasah Ikuti Pelatihan
- 24 Jun 2026 17:54 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Sebanyak 66 kepala Raudhatul Athfal (RA) dan madrasah dari Kabupaten Cirebon serta enam peserta dari Kota Cirebon mengikuti Pelatihan Kepala RA dan Madrasah Angkatan I dan II yang diselenggarakan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Bandung di Kota Cirebon, Senin 22 Juni 2026 hingga Jumat 26 Juni 2026. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi kepala madrasah sebagai pemimpin pembelajaran, manajer pendidikan, supervisor akademik, sekaligus agen perubahan dalam pengembangan mutu pendidikan.
Pelatihan yang berlangsung selama lima hari itu dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, H.Slamet. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kepala RA dan madrasah memiliki peran strategis sebagai arsitek perubahan dalam dunia pendidikan.
Menurutnya tantangan pendidikan saat ini menuntut kepala madrasah memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat yang terus berubah. Karena itu, kepemimpinan yang visioner menjadi kebutuhan utama dalam pengelolaan lembaga pendidikan.
“Sebagai seorang arsitek, kepala madrasah harus visioner. Jangan hanya mengandalkan kebesaran lembaga yang dimiliki hari ini. Kalau kita berhenti dan merasa nyaman di zona nyaman, kita akan tertinggal oleh zaman. Madrasah harus punya target yang jelas, mau dibawa ke mana dan seperti apa masa depannya,” katanya dikutip dari rilis Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cirebon.
Ia juga mengingatkan pentingnya digitalisasi madrasah sebagai bagian dari transformasi pendidikan. Menurutnya, generasi saat ini sangat dekat dengan teknologi digital sehingga lembaga pendidikan harus mampu menyesuaikan layanan dan metode pembelajaran dengan perkembangan zaman.
“Kalau madrasah masih bersifat manual, lambat laun akan ditinggalkan masyarakat. Anak-anak hari ini hidup di era digital. Karena itu, digitalisasi madrasah harus menjadi perhatian serius agar layanan pendidikan tetap relevan dan menarik,” ujarnya.
Selain digitalisasi, ia juga mendorong seluruh kepala madrasah untuk mendukung program prioritas Kementerian Agama, khususnya penguatan ekoteologi dan digitalisasi madrasah. Kedua program tersebut dinilai memiliki dampak besar dalam membentuk karakter peserta didik sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan.
Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Pengawas Madrasah Kabupaten Cirebon, H. Abdul Kholik, mengatakan pelatihan tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas kepala RA dan madrasah dalam mengelola lembaga pendidikan yang maju, bermutu, inklusif, dan berdaya saing.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para kepala RA dan madrasah mampu mengimplementasikan berbagai kebijakan pendidikan secara efektif, menciptakan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan, serta menguatkan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di satuan pendidikan masing-masing,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....