Kemenag Majalengka Dorong Validitas Data EMIS Lembaga Diniyah dan Pesantren
- 24 Jun 2026 15:43 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Lembaga Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren di Aula Kemenag Majalengka, Selasa 26 Juni 2026. Kegiatan tersebut difokuskan untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan validitas pemutakhiran data Education Management Information System (EMIS) pada lembaga pendidikan keagamaan di Kabupaten Majalengka.
Dalam laporannya, Kasi PD Pontren H. Ade Firmansyah mengungkapkan capaian Berita Acara Pemeriksaan (BAP) EMIS pada akhir semester genap tahun pelajaran 2025/2026 masih berada di bawah target. Dari 521 pondok pesantren di Majalengka, baru 32,5 persen yang menyelesaikan BAP EMIS.
Sementara itu, capaian Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) mencapai 59,2 persen dari total 642 lembaga. Adapun Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (LPQ) baru mencapai 37,8 persen dari total 581 lembaga yang terdaftar.
“Kami melihat masih banyak pemahaman di tingkat lembaga yang menganggap bahwa setelah memperbarui data dan mencetak BAP, prosesnya sudah selesai. Padahal, BAP tersebut harus ditandatangani dan diunggah kembali ke sistem. Jika belum diunggah, maka belum dinyatakan selesai BAP,” ujarnya dikutip dari rilis Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka.
Untuk mempercepat penyelesaian pendataan, Seksi PD Pontren melibatkan Penyuluh Agama Islam di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan sebagai pembina dan penghubung informasi kepada lembaga-lembaga yang belum aktif dalam organisasi mitra. Rakor tersebut diikuti 104 peserta yang terdiri atas penyuluh agama dan operator organisasi mitra dari 26 kecamatan di Kabupaten Majalengka.
Kepala Kantor Kemenag Majalengka, Euis Damayanti, menegaskan bahwa data yang valid menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pemerintah, terutama setelah terbentuknya Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren melalui Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2026.
“Ditjen Pesantren hadir untuk memperkuat kelembagaan, meningkatkan tata kelola layanan pendidikan, serta memberdayakan peran strategis ribuan pesantren dan santri di Indonesia. Kita sedang menuju ke sana agar pesantren lebih eksis. Namun, kita tidak bisa bergerak melakukan program apa pun jika tidak berbasis data,” katanya dikutip dari rilis Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka.
Menurutnya, tantangan di lapangan masih cukup besar, mulai dari keterbatasan sarana teknologi hingga kesejahteraan guru ngaji yang belum memadai. Meski demikian, ia meminta seluruh pengelola lembaga tetap berkomitmen melakukan pembaruan data demi mendukung pengembangan pendidikan keagamaan di masa mendatang.
Menyikapi rendahnya capaian EMIS, ia juga menginstruksikan jajaran PD Pontren dan organisasi mitra untuk menyusun langkah strategis guna meningkatkan persentase penyelesaian data. Salah satu solusi yang diusulkan adalah penugasan operator kecamatan yang dapat membantu lembaga-lembaga yang belum memiliki fasilitas komputer atau sumber daya pendukung.
“Di Raudhatul Athfal dulu ada operator kecamatan. Satu orang operator membantu menginput data bagi RA-RA lain yang tidak memiliki laptop atau komputer. Pola ini bisa diadaptasi untuk pesantren, MDT, dan LPQ guna menggenjot angka capaian kita menuju target 100 persen,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....