Kemenag Cirebon Dorong Siswa Produksi Konten Positif Cegah Radikalisme

  • 19 Jun 2026 18:04 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon terus memperkuat upaya pencegahan radikalisme di kalangan pelajar melalui pengawasan penggunaan teknologi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong siswa lebih aktif dalam kegiatan kreatif dan produktif.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, H. Slamet, S.Ag., M.Pd., mengatakan lingkungan pesantren masih menjadi salah satu model pendidikan yang efektif dalam membatasi paparan konten negatif. Menurutnya, sejumlah pesantren di Kabupaten Cirebon menerapkan penggunaan telepon genggam secara terbatas bagi santri.

Ia menjelaskan penggunaan gawai di pesantren umumnya hanya diperbolehkan pada waktu tertentu untuk berkomunikasi dengan orang tua. Pola tersebut dinilai mampu mengurangi akses santri terhadap informasi yang belum tentu sesuai dengan nilai pendidikan.“Saya setuju sekali pola pendidikan di pesantren yang tidak terlalu dekat dengan handphone dan media massa. Di beberapa pesantren penggunaan handphone hanya pada waktu tertentu untuk berkomunikasi dengan orang tua,” ujarnya kepada RRI Senin, 15 Juni 2026.

Kebijakan serupa juga mulai diterapkan di lingkungan madrasah dengan membatasi siswa membawa telepon genggam ke sekolah. Pengecualian diberikan ketika pelaksanaan ujian berbasis komputer atau sistem CAT yang memerlukan perangkat digital.

Selain pembatasan penggunaan gawai, Kementerian Agama juga memberikan pembekalan kepada guru madrasah dan guru Pendidikan Agama Islam. Pembekalan tersebut bertujuan agar proses pembelajaran lebih banyak mengarahkan siswa pada aktivitas yang kreatif dan positif.

Para guru didorong untuk membimbing siswa membuat berbagai karya digital yang bermanfaat. Kegiatan tersebut antara lain pembuatan konten edukatif, karya seni, hingga pelatihan jurnalistik di lingkungan sekolah.

“Saya sudah menyampaikan kepada pengawas, kepala madrasah, dan guru agar siswa dilatih membuat konten yang menarik dan positif. Dengan begitu mereka memiliki aktivitas yang bermanfaat dan terhindar dari kegiatan yang bernilai negatif,” katanya.

Menurut H. Slamet, sejumlah madrasah telah menjalankan program tersebut dengan baik. Bahkan, banyak siswa yang kini aktif menjadi kreator konten, kontributor berita, maupun penggerak kegiatan seni di sekolah.

Melalui pendekatan tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Cirebon berharap generasi muda dapat memanfaatkan teknologi digital secara bijak. Langkah itu juga menjadi bagian dari upaya membangun ruang digital yang sehat dan terhindar dari penyebaran paham radikal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....