Desa Inklusi Jadi Fondasi Penyusunan Program Disabilitas yang Tepat Sasaran
- 18 Jun 2026 06:08 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Program Desa Inklusi di Kabupaten Cirebon berhasil mengungkap jumlah penyandang disabilitas yang selama ini belum terdata. Pendataan yang dilakukan di sejumlah desa menunjukkan angka penyandang disabilitas jauh lebih tinggi dibanding data awal yang dimiliki pemerintah desa.
Ketua Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC), Abdul Mujib, mengatakan saat ini terdapat sembilan desa yang didampingi sebagai desa percontohan inklusi. Program tersebut diawali dengan upaya memperbaiki validitas data penyandang disabilitas.
“Untuk saat ini, di Kabupaten Cirebon yang didampingi Forum Komunikasi Difabel Cirebon, ada sembilan desa yang menjadi desa percontohan inklusi. Desa inklusi penting karena permasalahan utama yang kami amati di Kabupaten Cirebon adalah terkait data penyandang disabilitas, sehingga pemerintah kabupaten bisa memiliki data yang akurat yang berawal dari pendataan di tingkat desa,” katanya.
Menurutnya, persoalan utama yang ditemukan selama ini adalah minimnya pendataan. Akibatnya, banyak penyandang disabilitas yang tidak terjangkau program layanan maupun pemberdayaan.
Ia menjelaskan, di beberapa desa jumlah penyandang disabilitas yang tercatat meningkat setelah dilakukan pendataan ulang. Kondisi tersebut menunjukkan masih banyak warga disabilitas yang belum teridentifikasi.
“Yang waktu awal FKDC masuk ke desa tersebut hanya ada data 7 orang, 11 orang. Namun setelah dilakukan pendataan rata-rata antara 50 orang per desa itu ada,” ujarnya.
Ia mencontohkan salah satu desa yang semula hanya mencatat sekitar 40 penyandang disabilitas. Setelah pendataan dilakukan secara menyeluruh, jumlahnya meningkat hingga mendekati 100 orang.
Ia menilai rendahnya data disebabkan kurang optimalnya proses pendataan serta masih adanya keluarga yang menutupi keberadaan anggota keluarganya yang menyandang disabilitas. Karena itu, FKDC terus mendorong pemerintah desa agar memiliki basis data yang lebih akurat sebagai dasar penyusunan program inklusi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....