Antusiasme Rumah Aman Anak Majalengka Tinggi, Libatkan Motekar dan Desa

  • 15 Jun 2026 13:57 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Antusiasme masyarakat terhadap layanan Rumah Aman Anak di Kabupaten Majalengka terus menunjukkan tren positif. Tidak hanya anak-anak, para orang tua juga mulai memanfaatkan layanan tersebut untuk mendapatkan pendampingan terkait pola asuh dan perlindungan anak.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Majalengka, Aris Prayuda, M.Pd., mengatakan keberhasilan program tersebut tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak. Salah satunya melalui kerja sama dengan Motivator Ketahanan Keluarga yang berfokus pada penguatan hubungan dalam keluarga.

“Alhamdulillah, karena kita juga kerja sama dengan teman-teman lembaga yang lain. Ada yang namanya Motekar atau Motivator Ketahanan Keluarga yang memberikan pemahaman kepada orang tua bagaimana menjaga hubungan keluarga yang baik dan mendidik anak,” ujarnya kepada RRI Senin 15 Juni 2026.

Menurut Aris, pendekatan yang dilakukan tidak hanya menyoroti penggunaan teknologi digital oleh anak. Pendampingan juga diarahkan untuk memperkuat komunikasi antara orang tua dan anak serta hubungan suami istri dalam keluarga.

Ia menjelaskan, upaya tersebut dilakukan agar keluarga tidak sepenuhnya bergantung pada ruang digital dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Dengan hubungan keluarga yang lebih kuat, risiko anak terpapar berbagai konten negatif di internet diharapkan dapat diminimalkan.

“Memang agak susah, cuman minimal meminimalisir hal-hal yang sampai anak-anak jauh dari konten-konten negatif,” katanya.

Untuk menjangkau masyarakat yang tinggal di wilayah pedesaan, LPA Kabupaten Majalengka juga mendorong keterlibatan aktif pemerintah desa. Menurut Aris, desa memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat melalui berbagai program kemasyarakatan.

Ia menyebut Posyandu dapat menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan edukasi mengenai perlindungan anak dan aktivitas digital yang aman. Selain itu, pemerintah desa juga diharapkan turut menyosialisasikan berbagai regulasi yang berkaitan dengan perlindungan anak.

Aris menilai tantangan terbesar saat ini bukan pada ketersediaan aturan, melainkan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Karena itu, keterlibatan pemerintah hingga tingkat desa dinilai penting agar pemahaman masyarakat terhadap perlindungan anak di ruang digital semakin meningkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....