SPMB 2026: Teknologi Digital Persempit Celah Manipulasi Data

  • 09 Jun 2026 12:58 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Pemanfaatan teknologi digital dinilai mampu mempersempit ruang manipulasi dalam pelaksanaan SPMB tahun 2026. Integrasi data lintas instansi menjadi salah satu penguatan pengawasan selama proses penerimaan berlangsung.

Pengawas SMK Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Provinsi Jawa Barat, Drs. Kusnan Syaifudin, M.Pd mengatakan validasi data dilakukan melalui berbagai sistem terintegrasi. Data kependudukan, afirmasi, hingga prestasi dapat diverifikasi secara otomatis melalui aplikasi.

“Itu semua sudah bisa diantisipasi dengan adanya teknologi IT seperti sekarang,” ucapnya kepada RRI pada Selasa, 9 Juni 2026. Menurutnya, data kartu keluarga maupun data afirmasi langsung terhubung dengan instansi terkait.

Ia menjelaskan jalur afirmasi menggunakan data kesejahteraan yang telah terintegrasi dengan Dinas Sosial. Sementara jalur domisili memanfaatkan data kependudukan yang terhubung langsung dengan Disdukcapil.

Data prestasi peserta didik juga dapat diverifikasi melalui sistem nasional yang tersedia. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penggunaan dokumen prestasi yang tidak sesuai ketentuan.

“Kemungkinan-kemungkinan manipulasi sangat kecil dengan adanya teknologi yang bisa dimanfaatkan,” katanya. Menurutnya, sistem digital membuat proses seleksi lebih transparan dibandingkan mekanisme sebelumnya.

Kusnan menambahkan seluruh kuota dan hasil seleksi dapat dipantau masyarakat melalui aplikasi resmi. Informasi tersebut dapat diakses secara terbuka sehingga meningkatkan akuntabilitas pelaksanaan SPMB.

Pengawasan berbasis teknologi juga memudahkan petugas mendeteksi kesalahan maupun ketidaksesuaian data peserta. Dengan demikian proses penerimaan murid baru dapat berlangsung lebih objektif dan terukur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....