Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Dorong Pertumbuhan Ekonomi
- 08 Jun 2026 19:54 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - PT Pertamina Patra Niaga menghadirkan berbagai inovasi yang mengubah material sisa menjadi sumber daya bernilai di tengah tantangan kelola sampah yang kompleks. Inovasi melalui program di Balikpapan dan Madiun ini fokus pada pengolahan plastik, limbah rumah tangga, digitalisasi bank sampah, hingga pengurangan limbah B3.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun mengatakan bahwa penerapan ekonomi sirkular menjadi upaya perusahaan menciptakan dampak positif berkelanjutan. Hal itu dinilai penting untuk memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekaligus masyarakat sekitar wilayah operasional.
"Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, kami mendorong pengelolaan sampah dan limbah yang tidak hanya berfokus pada pengurangan timbulan, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan," ujar Roberth, Minggu, 7 Juni 2026.

Salah satu upaya diwujudkan melalui Program Community Involvement and Development (CID) Pelita Borneo oleh Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan. Program ini mengolah sampah plastik rumah tangga seperti kemasan sachet dan bungkus makanan menjadi roster, paving block, serta lembaran LDPE tanpa pembakaran.
Selain itu, program ini juga mendorong pengolahan sampah organik menjadi kompos serta pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun dan lilin. Inisiatif tersebut tidak hanya membantu mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui pemanfaatan material sisa.

Di Jawa Timur, Fuel Terminal Madiun mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Bank Sampah Pesanggrahan dan aplikasi digital Sokrosok. Inovasi ini memudahkan warga dalam pengumpulan sampah anorganik sekaligus meningkatkan transparansi pencatatan administrasi melalui sistem digital.
Sampah anorganik yang telah terkumpul kemudian diolah kembali menjadi produk bernilai ekonomi melalui kegiatan Workshop 3R. Produk yang dihasilkan dari kreativitas daur ulang tersebut di antaranya berupa plakat, kipas, meja, gantungan kunci, hingga sapu plastik.

Program Kampung Iklim (Proklim) Pesanggrahan saat ini telah menunjukkan dampak nyata yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat. Tercatat pengurangan sampah organik mencapai 16.000 kilogram dan sampah anorganik sebanyak 1.380 kilogram berhasil dilakukan.
Program ini juga berkontribusi menekan emisi metana sekitar 2.013 kilogram per tahun serta menyerap karbon hingga 13.000 kilogram per tahun. Dari sisi ekonomi, kelompok masyarakat berhasil mencatat peningkatan pendapatan kumulatif sebesar Rp14,6 juta.
Masyarakat juga merasakan penghematan biaya listrik sekitar Rp700 ribu per bulan melalui pemanfaatan energi surya. Program ini melibatkan sekitar 40 anggota aktif dan memberikan manfaat tidak langsung kepada lebih dari 3.000 warga di Pesanggrahan.
Kurnia Fidia Wati, salah satu tokoh penggerak Proklim Pesanggrahan mengatakan bahwa keberhasilan program tidak terlepas dari kolaborasi bersama Pertamina Patra Niaga. Sinergi ini dinilai mampu membangun budaya pengelolaan sampah yang konsisten di lingkungan tempat tinggal.
"Bersama Pertamina Patra Niaga, kami membuktikan bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi gerakan kolektif yang membawa manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat. Perubahan besar selalu berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan gotong royong," ujar Kurnia.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat kontribusi dalam mendukung pengurangan timbulan sampah dan pengelolaan limbah. Komitmen ini sejalan dengan upaya perusahaan dalam menciptakan nilai bersama sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....