Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, DLH Cirebon Ajak Warga Rawat Kawasan Pesisir
- 05 Jun 2026 20:30 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon memaknai peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sebagai momentum membangun kesadaran masyarakat terhadap kerentanan perubahan iklim dan mendorong aksi nyata melalui kolaborasi, gotong royong, penanaman pohon, serta perubahan perilaku yang dimulai dari diri sendiri.
Kepala DLH Kota Cirebon, Fina Amalia Purwantini, S.T., M.Si., menyampaikan hal itu dalam Dialog Khusus RRI Cirebon: “Membangun Kesadaran dan Aksi Nyata Menghadapi Krisis Iklim” edisi Rabu, 3 Juni 2026, yang digelar menjelang peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni.
“Untuk memang tema tahun ini adalah terkait dengan Inspire by nature for climate for our future. Jadi artinya saatnya bekerja untuk iklim,” ujar Fina Amalia Purwantini kepada RRI.
Menurutnya, inti pesan yang diangkat DLH adalah kesadaran terhadap kerentanan akibat perubahan iklim, tindakan nyata yang dapat dilakukan masyarakat, dan kebiasaan memulai perubahan dari diri sendiri sebelum menunggu pihak lain bergerak.
“Yang kita ambil dari tema ini adalah satu, ada kesadaran terkait kerentanan adanya perubahan iklim; kemudian ada aksi nyata seperti kolaborasi, aksi korve dan penanaman pohon; terakhir adalah dimulai dari kita sendiri,” kata Fina Amalia Purwantini.
DLH menilai gejala yang dirasakan masyarakat, seperti suhu Kota Cirebon yang semakin panas dan curah hujan tinggi yang memicu genangan hingga banjir, sudah menjadi tanda bahwa warga perlu lebih waspada terhadap dampak perubahan iklim dan meningkatkan adaptasi lingkungan di tingkat lokal.
“Masyarakat sebenarnya sudah paham kalau Kota Cirebon dengan panasnya yang cukup tinggi, kemudian curah hujan yang cukup tinggi sampai dengan bisa ada genangan air atau banjir itu sebenarnya sudah merupakan tanda-tanda bahwa kita harus aware terhadap perubahan iklim,” ucapnya.
Untuk mendorong perubahan perilaku, DLH terus melakukan edukasi dan sosialisasi, termasuk melalui Program Kampung Iklim yang menyasar tingkat RW agar warga dapat beradaptasi terhadap dampak iklim dan menjalankan mitigasi melalui pengelolaan sampah serta penanaman pohon.
“Kami punya program Kampung Iklim yang dicetuskan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, itu menyasar kepada tingkat tapak atau RW bagaimana bisa beradaptasi,” ujarnya.
DLH juga menekankan pentingnya penanaman mangrove karena dinilai memiliki kemampuan serapan gas rumah kaca yang tinggi dan menjadi bagian dari strategi mitigasi perubahan iklim di wilayah pesisir Kota Cirebon.
“Pohonnya bukan hanya di jalan saja, tapi juga di mangrove. Karena mangrove ini ternyata adalah sumber dari penyerap paling tinggi dari gas rumah kaca,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....