King Cobra 3,5 Meter Gegerkan Warga Lebakwangi
- 31 Mei 2026 21:58 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan – Petugas UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan berhasil mengevakuasi seekor ular king cobra sepanjang sekitar 3,5 meter. Ular berbisa tersebut ditemukan di dalam gorong-gorong di Dusun Pahing, Desa Mekarwangi, Kecamatan Lebakwangi, Minggu, 31 Mei 2026.
Kemunculan ular berbisa mematikan tersebut sempat membuat warga sekitar resah karena ditemukan tidak jauh dari permukiman penduduk. Beruntung, ular berhasil diamankan sebelum membahayakan warga.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Nunung (47), seorang warga setempat. Ia tidak sengaja melihat ular tersebut saat sedang membersihkan rumput di belakang rumahnya sekitar pukul 09.10 WIB.
"Saya sedang membersihkan rumput di belakang rumah, tiba-tiba melihat ular yang cukup besar seperti sedang berjemur. Saya langsung memberitahukan warga sekitar karena khawatir membahayakan," ujar Nunung.
Menurutnya, warga sempat berupaya mengusir ular tersebut. Namun, reptil itu justru masuk ke dalam gorong-gorong atau saluran air yang berada di dekat lokasi.
Karena ukuran dan jenisnya yang berbahaya, tidak ada warga setempat yang berani menangani ular tersebut. Citra Amelia (19), seorang mahasiswa yang tinggal di desa itu, kemudian berinisiatif melaporkan kejadian tersebut ke UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga, mengatakan pihaknya menerima laporan warga pada pukul 09.10 WIB. Lima menit kemudian, tiga anggota piket Regu 2 langsung diberangkatkan menuju lokasi.
"Setelah menerima laporan dari warga, anggota langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Kami tiba sekitar pukul 09.50 WIB dan ular berhasil diamankan dalam waktu kurang lebih 15 menit," kata Andri Arga.
Menurut Andri, proses evakuasi tidak berjalan mudah karena ular bersembunyi di dalam gorong-gorong yang sempit. Selain itu, king cobra merupakan salah satu jenis ular paling berbahaya yang ada di Indonesia.
"Evakuasi cukup menantang karena king cobra memiliki tingkat bahaya yang tinggi. Posisi ular yang berada di dalam gorong-gorong juga menyulitkan anggota saat melakukan penangkapan," ujarnya.
Ia menjelaskan, ular yang berhasil diamankan memiliki panjang sekitar 3,5 meter dengan berat diperkirakan mencapai 10 kilogram. Petugas menduga ular tersebut berasal dari area kebun atau semak yang berada tidak jauh dari permukiman warga.
Andri menuturkan, king cobra atau kobra raja (Ophiophagus hannah) merupakan salah satu ular berbisa terpanjang di dunia. Ular ini dapat tumbuh hingga lebih dari lima meter dan memiliki bisa neurotoksin yang menyerang sistem saraf.
"Meski pada dasarnya menghindari manusia, king cobra bisa menjadi agresif ketika merasa terganggu atau terancam. Karena itu, masyarakat tidak boleh mencoba menangkap sendiri apabila menemukan ular jenis ini," katanya.
Menurutnya, habitat king cobra umumnya berada di kawasan hutan tropis, kebun, semak belukar, hingga area perkebunan yang dekat dengan sumber air. Namun, satwa tersebut kerap muncul di sekitar permukiman ketika habitatnya terganggu atau saat mencari mangsa berupa ular lain, kadal, maupun hewan kecil lainnya.
"Kemungkinan ular ini berasal dari area kebun atau semak di sekitar lokasi. Keberadaannya tentu berpotensi membahayakan warga apabila tidak segera ditangani," ucap Andri menambahkan.
Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian material. Ular berhasil diamankan sebelum sempat mengancam keselamatan warga sekitar.
Andri mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan memangkas semak-semak di sekitar rumah. Selain itu, warga juga diminta menutup lubang akses masuk serta tidak menumpuk barang-barang yang bisa menjadi tempat persembunyian ular.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangkap sendiri ular atau satwa liar berbahaya. Jika menemukan kondisi serupa, segera hubungi petugas agar dapat ditangani dengan aman dan profesional," ujarnya.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan penanganan keadaan darurat dapat segera menghubungi Call Center Damkar Kuningan. Layanan ini dapat diakses melalui nomor telepon (0232) 871113 atau WhatsApp 081322698881.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....