KOSPI Akan Dikembangkan di Tujuh Pasar Daerah Kabupaten Cirebon

  • 30 Mei 2026 15:52 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Pemerintah Kabupaten Cirebon berencana mengembangkan Kios Pengendali Inflasi (KOSPI) di tujuh pasar milik pemerintah daerah sebagai upaya memperkuat pengendalian harga kebutuhan pokok masyarakat. Plh. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon, Rodiya, mengatakan keberadaan KOSPI di Pasar Pasalaran menjadi tahap awal yang akan terus dievaluasi sebelum diperluas ke pasar lainnya.

Menurutnya, pasar tersebut dipilih karena merupakan pasar pantauan yang menjadi acuan survei harga di Kabupaten Cirebon. “Kita launching satu pasar di Pasar Pasalaran karena ini merupakan pasar pantauan untuk survei. Sehingga sangat strategis, adanya KOSPI di sini menjadi parameter harga di Kabupaten Cirebon,” katanya pada saat sambutan peresmian KOSPI, Selasa, 26 Mei 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah lebih dulu melaksanakan operasi pasar pengendalian inflasi di tujuh pasar sejak awal Mei hingga awal Juni 2026. Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat karena mampu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Selain menjaga stabilitas harga, keberadaan kios tersebut diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok sepanjang tahun. “Kedepannya akan lebih baik lagi. Kita sudah survei pasar mana saja yang akan dikembangkan dan ini akan kita lakukan secara bertahap sambil terus dievaluasi,” ucapnya.

Baca juga: Pemkab Cirebon Perkuat Pengendalian Inflasi melalui KOSPI di Pasar Pasalaran

Menurutnya KOSPI tidak hanya menyediakan beberapa komoditas tertentu, tetapi juga berbagai kebutuhan pokok strategis yang menjadi perhatian pemerintah daerah. Hal tersebut mengacu pada Keputusan Bupati Cirebon Nomor 637 Tahun 2024 tentang Penetapan Barang Kebutuhan Pokok Masyarakat (KBPOKMAS) di Kabupaten Cirebon.

Komoditas yang akan menjadi fokus di antaranya beras, cabai, bawang merah, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, daging ayam ras, daging sapi, telur ayam ras, hingga ikan konsumsi. “Harapannya ke depan tersedia semuanya sehingga bisa menjadi one stop kebutuhan masyarakat dan membantu mengendalikan harga-harga komoditas,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini terdapat tiga komoditas yang perlu mendapat perhatian khusus karena mengalami kenaikan harga secara beruntun, yakni cabai rawit merah, cabai merah besar, dan bawang merah. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjaga pasokan dan kestabilan harga di pasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....