Gerakan Maghrib Mengaji, Penyuluh Agama Lakukan Pendampingan Keagamaan
- 29 Mei 2026 07:59 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Indramayu – Upaya penguatan pembinaan keagamaan bagi kaum rentan terus dilakukan penyuluh agama di Kabupaten Indramayu. Penyuluh Agama Islam KUA Jatibarang, Azizah, S.Pd.I., melaksanakan pendampingan sosial dan keagamaan kepada komunitas sosial Gemupi Pilangsari melalui kegiatan Gerakan Maghrib Mengaji di Saung Qurani Gemupi, Desa Pilangsari, Kecamatan Jatibarang.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan bagi anak-anak dan masyarakat binaan komunitas Gemupi. Pembinaan dilakukan untuk mengenalkan nilai-nilai akhlak mulia serta membiasakan perilaku sesuai syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan pembelajaran membaca Al-Qur’an, pembinaan akhlak, hingga praktik ibadah salat. Pendampingan tersebut diharapkan menjadi langkah awal mengenalkan anak-anak kepada Allah SWT melalui kebiasaan ibadah sejak dini.
Ia mengatakan, pendekatan kepada kaum rentan harus dilakukan dengan penuh kesabaran dan kasih sayang agar mereka merasa diterima dan termotivasi untuk belajar agama. “Melalui kegiatan Gerakan Maghrib Mengaji ini, kami ingin mengenalkan anak-anak dan masyarakat binaan kepada Allah SWT dengan cara yang sederhana dan menyenangkan,” ujarnya dikutip dari rilis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu pada Rabu 27 Mei 2026.
Menurutnya, penyuluh agama tidak hanya bertugas menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga menjadi pendamping sosial yang mampu menguatkan mental dan spiritual masyarakat, khususnya kaum rentan.
Salah satu orang tua peserta, Sutiri (57), mengaku bersyukur cucunya dapat mengikuti pembinaan di Saung Qurani Gemupi. Ia menilai kegiatan tersebut membawa perubahan positif terhadap perilaku anak-anak.
“Alhamdulillah, cucu saya sekarang lebih rajin mengaji dan mulai terbiasa sholat. Saya sangat senang karena di sini anak-anak dibimbing dengan sabar dan diajarkan akhlak yang baik,” katanya.
Sementara itu salah satu peserta didik, Hafiza (13), yang mengaku senang mengikuti kegiatan mengaji bersama teman-temannya. Ia merasa lebih semangat belajar membaca Al-Qur’an dan praktik ibadah salat sejak mengikuti pembinaan tersebut.
“Saya senang belajar mengaji di sini karena diajari dengan baik dan jadi lebih semangat belajar sholat serta membaca Al-Qur’an,” katanya.
Kegiatan Gerakan Maghrib Mengaji di Saung Qurani Gemupi diharapkan terus menjadi ruang pembinaan spiritual dan sosial bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut juga memperkuat peran penyuluh agama dalam mendampingi kaum rentan melalui pendekatan keagamaan yang humanis dan membangun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....