Dolar Menguat, Tren Penjualan Hewan Kurban Menurun

  • 24 Mei 2026 18:20 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai berdampak pada harga hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Kenaikan harga sapi dan kerbau terjadi di sejumlah peternakan dan lapak penjualan hewan kurban di Kabupaten Kuningan.

Berdasarkan data perdagangan pasar spot, nilai tukar rupiah pada Kamis, 21 Mei 2026, hingga pukul 16.45 WIB berada di level Rp17.652,9 per dolar AS. Angka tersebut melemah 0,31 persen dibanding penutupan sehari sebelumnya di posisi Rp17.598 per dolar AS.

Pergerakan harian rupiah diperkirakan berada pada kisaran Rp17.598 hingga Rp17.745 per dolar AS. Kondisi tersebut disebut turut memengaruhi biaya operasional peternak dan distribusi hewan kurban ke sejumlah daerah tujuan pemasaran.

Pedagang sapi Akang Gaya, H. Yusuf, mengatakan harga sapi tahun ini mengalami kenaikan dibanding musim kurban tahun sebelumnya. Kenaikan harga bahkan mencapai Rp2 juta per ekor.

“Kalau tahun lalu masih ada sapi harga Rp13 juta sampai Rp15 juta, sekarang sudah mulai dari Rp16 juta sampai Rp30 juta per ekor,” ujar H. Yusuf di Kandang Sapi Akang Gaya, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan. Pernyataan tersebut disampaikannya pada Minggu, 24 Mei 2026.

Ia menjelaskan, sapi dengan harga Rp16 juta rata-rata memiliki bobot sekitar 250 kilogram. Menurut dia, melemahnya rupiah berdampak pada biaya pembelian pakan, distribusi, hingga operasional peternakan.

“Pengaruh nilai tukar rupiah terhadap dolar cukup terasa. Biaya distribusi dan kebutuhan operasional ikut naik, jadi harga sapi juga terdorong naik,” katanya.

Selain menjaga kualitas ternak, H. Yusuf memastikan seluruh sapi dan kerbau yang dijual rutin menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dinas peternakan setempat. “Setiap sebulan sekali selalu ada pemeriksaan kesehatan dari dinas peternakan, jadi kondisi sapi terus dipantau agar tetap sehat dan layak untuk kurban,” ucapnya.

H. Yusuf menuturkan bahwa penjualan hewan kurban dari Kuningan selama ini dipasarkan hingga ke luar daerah. Wilayah pemasarannya mencakup sejumlah daerah seperti Serang, Banten, Purworejo, dan Demak.

Meski harga mengalami kenaikan, tren penjualan hewan kurban tahun ini justru menurun dibanding tahun sebelumnya. Hingga H-3 Idul Adha, jumlah penjualan disebut belum menembus angka 100 ekor.

“Biasanya sudah lebih dari 100 ekor terjual. Tahun ini sampai H-3 Idul Adha masih belum mencapai 100 ekor,” katanya.

Ia menduga penurunan daya beli masyarakat dipengaruhi kondisi ekonomi dan kenaikan harga kebutuhan pokok yang ikut terdampak pelemahan rupiah. “Kenaikan harga di berbagai sektor membuat masyarakat lebih berhitung untuk membeli hewan kurban,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....