Warga Binaan Lapas Indramayu Belajar Bangkit lewat Pertanian
- 22 Mei 2026 21:36 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID,Indramayu - Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Indramayu menunjukkan semangat perubahan dalam menjalani program pembinaan kemandirian. Kegiatan tersebut dipusatkan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Arumanis Lapas Indramayu.
Di lahan pertanian tersebut, para warga binaan tampak aktif mengolah media tanah untuk bercocok tanam. Aktivitas yang dilakukan meliputi penggemburan tanah, pembuatan saluran irigasi, hingga penanaman berbagai komoditas sayuran.
Salah satu warga binaan, Erman, mengaku senang mendapat kesempatan mengikuti program pembinaan kemandirian di bidang pertanian. Menurutnya, berbagai kegiatan positif di Lapas membuat warga binaan tetap produktif selama menjalani masa pidana.
“Di sini kami mendapatkan beragam program pembinaan, tidak hanya di dalam kamar hunian. Ada pengolahan pertanian seperti yang saya ikuti ini," ujar Erman, Jumat, 22 Mei 2026.
Erman menjelaskan jenis sayuran yang ditanam di area SAE sangat beragam dan bervariasi. Komoditas tersebut di antaranya adalah terong, tomat, cabai, hingga budidaya buah pepaya.
"Kami merasa senang. Kesempatan ini membuat kita mendapatkan pengetahuan baru melalui program ini," katanya menambahkan dengan penuh semangat.
Erman mengungkapkan bahwa dirinya memang memiliki latar belakang kuat di bidang pertanian sebelum masuk Lapas. Program di SAE Arumanis ini dinilai sangat sesuai dengan kemampuan yang ia miliki.
“Memang basic saya di pertanian. Jadi di sini saya bisa menerapkan pengalaman yang saya punya," ucapnya menjelaskan.
Ia juga memanfaatkan momentum ini untuk berbagi ilmu pertanian kepada sesama warga binaan lain. Erman sekaligus mengasah kemampuannya dengan metode-metode baru yang dipelajari selama proses pembinaan berlangsung.
Selama hampir tiga tahun menjalani masa pidana, ia telah mengikuti berbagai program pembinaan kemandirian. Pelatihan yang pernah diikutinya mulai dari budidaya maggot, hidroponik, hingga keterampilan teknik pengelasan.
Staf Pengelola Bimbingan Kemandirian Lapas Kelas IIB Indramayu, Suwandi, menjelaskan program SAE diikuti lima warga binaan. Mereka dipilih melalui proses asesmen ketat berdasarkan minat, kompetensi, dan tingkat risiko.
Warga binaan harus memenuhi syarat administratif dan substantif untuk bisa mengikuti program luar lapas ini. Syarat tersebut antara lain telah menjalani setengah masa pidana dan lulus sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP).
“Yang utama tentu kesesuaian bidang atau basic kemampuan mereka. Selain itu, warga binaan juga harus sudah menjalani setengah masa hukuman dan melalui sidang TPP agar program ini berjalan aman dan sesuai prosedur yang berlaku,” kata Suwandi.
Ia menambahkan, pengawasan terhadap warga binaan dilakukan secara ketat oleh petugas di lapangan. Petugas yang dilibatkan dalam pengawalan ini berasal dari bidang keamanan dan bidang pembinaan.
Di program SAE, warga binaan menjalankan aktivitas dari penggemburan tanah hingga budidaya tanaman hortikultura. Jenis tanaman yang ditanam meliputi kangkung, caisim, tomat, cabai, terong, pepaya, hingga labu.
“Untuk saat ini kami sedang melakukan penggemburan tanah.Proses ini sebagai persiapan penanaman kangkung dan caisim," kata Suwandi.
Program pembinaan melalui SAE menjadi bentuk komitmen Lapas Indramayu dalam membekali warga binaan keterampilan. Bekal berharga ini diharapkan dapat bermanfaat saat mereka nanti kembali ke lingkungan masyarakat.
Selain memberikan aktivitas positif, program tersebut juga memiliki tujuan mendalam bagi kepribadian warga binaan. Program ini diharapkan mampu membangun rasa tanggung jawab, disiplin, dan kepercayaan diri mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....