DEMA IAI PDK Soroti Persoalan Indramayu jelang Usia 499 Tahun

  • 02 Okt 2026 21:15 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Indramayu - Menjelang Hari Jadi ke-499 Kabupaten Indramayu, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAI Pangeran Dharma Kusuma (PDK) Kampus Putih Indramayu menyuarakan kritik terhadap sejumlah persoalan daerah, Jumat, 2 Oktober 2026. Kritik tersebut disampaikan melalui rangkaian poster bertajuk “Dermayu Ora Didol, Dermayu Menggugat."

Poster-poster tersebut mengangkat berbagai isu penting untuk menjadi bahan refleksi bersama, mulai dari akses kesehatan warga miskin, krisis ekologis Pantura, hingga dampak industri dan energi. Selain itu, sorotan juga tertuju pada persoalan tambak serta arah pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam di Kabupaten Indramayu.

Melalui pesan dalam poster tersebut, DEMA IAI PDK mengajak masyarakat tidak hanya memaknai hari jadi sebagai perayaan tahunan semata. Momen ini diharapkan menjadi kesempatan untuk mempertanyakan kondisi daerah dan masa depan masyarakatnya.

Salah satu pertanyaan mendasar yang diangkat dalam rangkaian poster tersebut adalah “Indramayu Dibangun untuk Siapa?”. Di tengah perjalanan menuju lima abad Indramayu, pembangunan daerah dinilai perlu terus dibicarakan terkait siapa yang memperoleh manfaat dan siapa yang menghadapi dampaknya.

Isu akses kesehatan bagi masyarakat miskin menjadi perhatian utama karena pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar warga. Sementara itu, persoalan ekologis Pantura, dampak industri, energi, dan tambak berkaitan erat dengan keberlanjutan lingkungan serta pengelolaan sumber daya alam.

Rangkaian poster tersebut juga mengajak publik untuk melihat hubungan antara pembangunan dan kehidupan masyarakat sehari-hari. Berbagai persoalan daerah diharapkan tidak berhenti menjadi perbincangan, tetapi menjadi bahan diskusi terbuka yang melibatkan masyarakat serta pemangku kepentingan.

Dengan mengangkat perjalanan sejarah Darma Ayu hingga kondisi saat ini, DEMA IAI PDK menempatkan peringatan hari jadi sebagai ruang membaca kembali perjalanan daerah. Upaya ini dilakukan sekaligus untuk membicarakan masa depan Kabupaten Indramayu secara komprehensif.

Semangat yang dibawa melalui tema “Menuju 5 Abad Dermayu: Gemah, Ripah Loh Digusuri” mengajak masyarakat merefleksikan kembali makna kemajuan daerah. Refleksi tersebut dinilai penting di tengah maraknya berbagai persoalan sosial dan lingkungan yang dihadapi warga.

"Melalui slogan 'Dermayu Ora Didol, Dermayu Menggugat', mahasiswa menyuarakan pentingnya ruang diskusi mengenai arah pembangunan, kepentingan masyarakat, serta keberlanjutan sumber daya alam Indramayu," ujar Ketua DEMA IAI PDK, Akmal Maulana.

Pesan yang disampaikan melalui poster menjadi ajakan kepada masyarakat untuk menyimak berbagai pandangan dan membuka ruang dialog. Kolaborasi ini dibutuhkan agar seluruh pihak dapat bersama-sama mengawal pembangunan daerah agar tidak meninggalkan warganya.

Menjelang usia ke-499 tahun, Indramayu tidak hanya dihadapkan pada pertanyaan tentang sejauh mana daerah ini telah berkembang. Lebih dari itu, tantangan utamanya adalah memastikan bagaimana pembangunan dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....