DPRD Cirebon Menekankan Pentingnya Kualitas Guru dalam Program Sekolah Maung
- 22 Mei 2026 15:45 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, H. R. Hasan Basori, menyoroti pentingnya peningkatan kualitas guru dan sarana pendidikan dalam program Sekolah Maung yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, sekolah unggulan tidak cukup hanya mengandalkan seleksi siswa berprestasi.
Hasan Basori menjelaskan kewenangan pengelolaan SMA berada di tingkat provinsi sehingga DPRD Kabupaten Cirebon lebih fokus pada pendidikan SD dan SMP. Meski demikian, pihaknya tetap memberikan perhatian terhadap arah kebijakan pendidikan di Jawa Barat.
Ia menilai sekolah unggulan harus memiliki sejumlah pilar utama dalam pengembangannya. Salah satunya adalah penguatan karakter siswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki mental tangguh dan kepedulian sosial.
“Bagaimana sekolah itu menerapkan pengembangan karakter. Siswa itu selain pintar, juga memiliki mental tangguh, disiplin yang baik, akhlak yang mulia, dan peduli lingkungan,” ujar Hasan Basori dalam program Dialog Cirebon Menyapa edisi Jumat, 22 Mei 2026. Ia menyebut emotional intelligence siswa perlu diperkuat seiring perkembangan zaman.
Selain karakter, Hasan juga menekankan pentingnya kualitas tenaga pengajar yang adaptif terhadap perubahan zaman dan perkembangan teknologi digital. Menurutnya, guru saat ini tidak hanya dituntut mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dalam pembelajaran.
Ia menambahkan fasilitas pendidikan dan kurikulum juga harus disesuaikan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. Hasan menilai pola belajar siswa generasi milenial dan Gen Z lebih cenderung visual sehingga sarana pembelajaran modern perlu menjadi prioritas pemerintah.
Hasan mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak boleh hanya fokus pada pengumpulan siswa unggulan dalam satu sekolah. Ia meminta peningkatan infrastruktur pendidikan, kualitas pengajar, dan kurikulum merata di seluruh sekolah.
“Jangan Pemerintah Jawa Barat hanya fokus pada sekolah unggul saja. Infrastruktur, kurikulum, dan kualitas pengajar itu menjadi prioritas yang harus diterapkan,” ucapnya. Ia juga menilai sekolah unggulan harus memiliki orientasi jelas terhadap masa depan lulusan, baik menuju perguruan tinggi maupun dunia kerja.
Selain itu, Hasan mengingatkan perlunya pengawasan khusus agar program Sekolah Maung tidak memunculkan kembali ketimpangan pendidikan. Ia khawatir konsentrasi siswa berprestasi, guru unggulan, dan fasilitas terbaik hanya berada di sekolah tertentu sehingga sekolah lain kehilangan daya saing dan kualitas kompetitifnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....