Sekolah Manusia Unggul Dinilai Berpeluang Menimbulkan Kesenjangan Pendidikan

  • 22 Mei 2026 15:35 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Program Sekolah Manusia Unggul atau Maung yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat menuai beragam tanggapan dari berbagai kalangan. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, H. R. Hasan Basori, S.E., M.Si., menilai program tersebut masih perlu evaluasi menyeluruh karena belum sepenuhnya diterapkan.

Menurut Hasan Basori, konsep Sekolah Maung pada dasarnya menerapkan seleksi berbasis potensi siswa tanpa sistem zonasi. Ia menyebut penjaringan bibit unggul lintas wilayah dapat membuka ruang lebih luas bagi siswa berprestasi untuk berkembang secara optimal.

“Walaupun banyak pro-kontra hari ini yang saya amati, tapi memang dampak positif yang ada kan bagaimana sekolah unggul ini juga fokus pada potensi spesifik,” ujar Hasan Basori kepada RRI, Jumat, 22 Mei 2026. Ia menilai kurikulum yang disesuaikan dengan kemampuan khusus siswa bisa menjadi nilai tambah dalam pengembangan kualitas pendidikan.

Selain itu, Hasan menilai sistem seleksi berbasis prestasi dapat memberikan kesempatan bagi talenta unggulan dari berbagai daerah. Menurutnya, siswa dengan kemampuan tertentu dapat berkembang tanpa terbatas jarak maupun wilayah tempat tinggal.

Namun demikian, ia mengingatkan adanya potensi ketimpangan pendidikan apabila program tersebut tidak diimbangi pemerataan kualitas sekolah. Hasan menyebut munculnya sekolah unggulan berisiko memunculkan kembali stigma sekolah favorit dan sekolah tertinggal seperti pada masa Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI).

“Persaingan tidak sehat bisa saja terjadi dalam konteks seleksi berbasis prestasi tadi. Dikhawatirkan memicu persaingan yang memperlebar jurang kualitas antar sekolah di Jawa Barat,” katanya. Ia menegaskan Kabupaten Cirebon juga perlu menjadi perhatian dalam evaluasi kebijakan tersebut.

Hasan berharap Pemprov Jawa Barat dapat melakukan kajian mendalam sebelum program Sekolah Maung diterapkan secara penuh. Ia menilai kebijakan pendidikan harus tetap mengedepankan pemerataan kualitas agar seluruh siswa memperoleh kesempatan belajar yang setara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....