Pengobatan Hewan Kurban Dihentikan Seminggu sebelum Penyembelihan
- 17 Mei 2026 17:40 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon mengimbau para peternak menghentikan pengobatan hewan kurban minimal satu minggu sebelum penyembelihan Iduladha. Penghentian tersebut menjadi bagian penting dalam pengawasan kesehatan hewan dan keamanan pangan asal hewan.
Medik Veteriner Madya Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon drh. Nina Triana Murti, mengatakan penghentian pengobatan dilakukan agar tidak ada residu obat yang tertinggal dalam tubuh hewan saat daging dikonsumsi masyarakat. Menurutnya, sebagian besar obat yang diberikan kepada ternak termasuk antibiotik harus dihentikan beberapa hari sebelum pemotongan.
“Itu seminggu sebelum hari H itu kita sudah ada instruksi ya, untuk menghentikan pengobatan, karena ada residu nanti. Karena rata-rata antibiotikotik dan obat-obatan lain pada hewan itu 5 hari sebelum dipotong harus sudah tidak ada di dalam darahnya,” katanya kepada RRI, Minggu, 17 Mei 2026.
Ia menjelaskan, petugas kesehatan hewan telah mendapat instruksi untuk menghentikan pengobatan hewan kurban seminggu menjelang hari penyembelihan. Langkah itu dilakukan guna memastikan daging kurban tetap aman, sehat, utuh, dan halal saat dikonsumsi masyarakat.
Ia menambahkan, apabila kondisi hewan masih sakit mendekati waktu penyembelihan, maka peternak disarankan tidak menjadikan hewan tersebut sebagai kurban. Hewan akan diobati terlebih dahulu hingga pulih sepenuhnya.
“Kalau misalnya masih sakit ya, kita sarankan ke tahun depan saja. Tujuannya kita obati dulu sampai sembuh, jangan dijadikan hewan kurban,” ucapnya.
Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon juga melakukan pengawasan kesehatan hewan kurban melalui pemeriksaan rutin di kandang peternak maupun lapak penjualan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat dan layak disembelih.
Pemeriksaan tersebut meliputi kondisi fisik hewan, respons tubuh, kecukupan umur, hingga gejala penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Hewan yang dinyatakan sehat akan diberikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan Kurban.
Di sisi lain, peternak asal Cirebon, Gunawan, mengaku mulai menyiapkan hewan kurban sejak beberapa bulan sebelumnya agar kondisi ternak dapat terpantau. Menurutnya, persiapan lebih awal memudahkan peternak melakukan vaksinasi dan pengawasan kesehatan ternak.
“Kalau saya untuk hewan kurban itu sudah nyetok hewan jantan sebelum bulan puasa. Jadi sapi-sapi sudah vaksin dan kondisi fit saat hari H,” ujarnya.
Ia juga mengaku rutin berkoordinasi dengan petugas puskeswan untuk melakukan vaksinasi, pemberian vitamin, hingga pengobatan ternak. Langkah itu dilakukan untuk menjaga kesehatan sapi, terutama yang didatangkan dari luar daerah.
“Kita koordinasi langsung dengan puskeswan setempat. Kadang ada pengobatan massal gratis, vaksin pencegahan, vitamin, sampai obat cacing,” katanya.
Ia menambahkan, dirinya kini lebih berhati-hati mendatangkan sapi dari luar daerah karena tingginya risiko penularan PMK. Sapi yang baru datang biasanya dipisahkan terlebih dahulu sebelum dicampur dengan ternak lain di kandang.
Persiapan kesehatan ternak sejak jauh hari menjadi kunci agar hewan kurban tetap sehat hingga waktu penyembelihan tiba. Selain itu, langkah tersebut juga penting untuk memastikan kualitas daging yang aman, sehat dan layak dikonsumsi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....