Penyembelihan Hewan Kurban Harus Sesuai Syariat dan Menjunjung Ihsan

  • 30 Mei 2026 12:34 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Penyembelihan hewan kurban harus dilakukan sesuai syariat Islam dan menjunjung prinsip ihsan atau perlakuan baik terhadap hewan. Pesan tersebut disampaikan Assoc. Prof. Dr. KH. Toto Santi Aji, M.Ag dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Cirebon.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa penyembelihan hewan kurban harus diawali dengan menyebut nama Allah SWT. Menurutnya, bacaan basmalah menjadi syarat penting agar sembelihan berstatus halal dan bernilai ibadah.

“Yang paling prinsip adalah menyebut asma Allah pada saat menyembelih hewan kurban tersebut,” ujarnya kepada RRI Sabtu 30 Mei 2026. Ia menyebut hal itu sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW.

Selain bacaan basmalah, ia juga menekankan pentingnya tata cara penyembelihan yang benar. Hewan kurban, harus diperlakukan secara baik dan tidak disiksa sebelum disembelih.

“Kita harus punya akhlak yang baik kepada hewan-hewan kurban itu sehingga tidak memberikan penyiksaan,” katanya. Ia menambahkan penyembelihan harus dilakukan dengan cepat menggunakan alat yang tajam untuk meminimalkan rasa sakit hewan.

Ia menyebut proses penyembelihan merupakan bagian dari syiar Islam yang perlu diperhatikan masyarakat. Saat ini, menurutnya, semakin banyak organisasi dan komunitas yang mulai mengedukasi masyarakat mengenai penyembelihan sesuai syariat.

“Sekarang alhamdulillah banyak sekali upaya mensyiarkan penyembelihan secara syariah,” ujarnya. Ia menilai edukasi tersebut penting karena penyembelihan hewan kurban merupakan bagian dari syariat Allah SWT.

Selain tata cara penyembelihan, Ia juga menyinggung sosok penyembelih hewan kurban. Ia berharap penyembelih merupakan orang yang menjaga akidah dan salatnya agar penyembelihan lebih berkah.

“Paling tidak orang yang menyembelih adalah orang yang akidahnya terjaga dan dia menjaga salat,” katanya. Ia menegaskan bahwa kurban bukan hanya ritual sosial, melainkan bentuk penghambaan kepada Allah SWT.

Ia juga mengingatkan bahwa pembagian daging kurban seharusnya menjadi sarana kemaslahatan bersama. Ia mengajak masyarakat menjaga ketulusan dan menghindari konflik dalam proses pembagian daging kurban.

“Prosesi hewan kurban ini jangan menimbulkan gaduh atau perselisihan karena semuanya bagian dari ikhlas beribadah kepada Allah,” ujarnya. Ia berharap momentum Iduladha dapat memperkuat kepedulian sosial dan kualitas spiritual umat Islam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....