KONI Kab. Cirebon Terapkan Pendekatan Sport Science jelang PORPROV Jabar 2026

  • 17 Mei 2026 16:30 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Cirebon mulai menerapkan pendekatan sport science dalam mempersiapkan atlet menghadapi PORPROV Jawa Barat 2026. Sebanyak 422 atlet dari 39 cabang olahraga menjalani tes kesehatan dan parameter fisik secara bertahap di Stadion Watubelah, Kabupaten Cirebon.

Pelaksanaan tes tersebut berlangsung selama lima hari dan menjadi tahapan awal pembinaan atlet berbasis data ilmiah. Pemeriksaan kesehatan dilaksanakan pada 11 hingga 13 Mei 2026, sedangkan tes parameter fisik digelar pada 14 sampai 15 Mei 2026.

Ketua KONI Kabupaten Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, mengatakan pendekatan sport science diperlukan untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet secara modern dan terukur. Menurutnya, metode tersebut akan membantu pelatih memahami kondisi fisik atlet secara lebih detail sebelum menyusun program latihan.

“Tes parameter dan pemeriksaan kesehatan ini menjadi langkah awal untuk mengetahui sejauh mana kesiapan fisik atlet. Dari sini pelatih bisa menyusun pola latihan yang lebih efektif agar performa atlet terus meningkat menuju PORPROV 2026,” ujarnya dikutip dari rilis Pemkab Cirebon.

Dalam pelaksanaannya, para atlet menjalani sepuluh jenis pengujian fisik yang dirancang mengukur kemampuan tubuh secara menyeluruh dan detail. Pengujian tersebut meliputi Body Mass Index, fleksibilitas, daya tahan otot, reaction time, kecepatan, kelincahan, hingga daya tahan aerobik atau VO2 Max.

Seluruh rangkaian tes dilakukan secara sistematis guna menghasilkan data akurat terkait kondisi fisik setiap atlet dari berbagai cabang olahraga. Hasil pengujian nantinya menjadi dasar penyusunan pola latihan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan karakter masing-masing atlet.

Ia menjelaskan bahwa pembinaan berbasis data akan membantu KONI menentukan langkah pengembangan atlet secara lebih efektif dan terarah. Menurutnya, setiap atlet membutuhkan pola latihan berbeda sesuai kondisi fisik serta kemampuan dasar yang dimiliki.

“Dengan data yang lengkap, pembinaan atlet akan lebih terarah. Kami ingin setiap atlet mendapatkan program latihan sesuai kebutuhan dan karakter fisiknya masing-masing,” katanya.

Penerapan sport science tersebut juga menandai perubahan pola pembinaan olahraga di Kabupaten Cirebon yang sebelumnya masih cenderung konvensional. Kini, KONI mulai mengedepankan pendekatan ilmiah agar pembinaan atlet mampu bersaing dengan daerah lain di Jawa Barat.

Melalui tahapan pemeriksaan kesehatan dan pengukuran fisik tersebut, KONI Kabupaten Cirebon berharap seluruh atlet memiliki kondisi tubuh yang prima sebelum berlaga di PORPROV Jawa Barat 2026. Persiapan tersebut sekaligus menjadi langkah serius Kabupaten Cirebon dalam memburu prestasi dan medali pada ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....