Program Desa Cantik 2026 Dorong Pembangunan Desa Berbasis Data Akurat

  • 16 Mei 2026 18:23 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Badan Pusat Statistik Kabupaten Cirebon bersama Pemerintah Kabupaten Cirebon terus mendorong penguatan data desa melalui Program Desa Cantik Tahun 2026. Program tersebut tidak hanya fokus pada statistik desa, tetapi juga diarahkan mendukung pengembangan ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan daerah.

Kepala BPS Kabupaten Cirebon Januarto Wibowo menjelaskan, pendataan dalam Program Desa Cantik mencakup berbagai sektor penting kehidupan masyarakat desa. Data yang dikumpulkan meliputi sanitasi, gizi masyarakat, air minum layak, hingga potensi infrastruktur desa melalui program Potensi Desa atau Podes.

Menurutnya keberadaan data yang lengkap akan mempermudah pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan berbasis kondisi nyata masyarakat. Dengan data tersebut, pemerintah dapat menentukan program prioritas sesuai kebutuhan setiap wilayah desa.

Ia juga mendorong sinkronisasi data desa dengan sektor lain yang memiliki potensi ekonomi untuk masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan desa wisata yang dikombinasikan dengan penguatan statistik desa secara terintegrasi.

“Syukur-syukur desa wisata atau Dewi, kita kawinkan dengan Desa Cantik jadi Dewi Cantik,” ucapnya. Konsep tersebut diharapkan mampu memperkuat promosi potensi desa sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pembangunan masyarakat.

Selain pengembangan desa wisata, BPS Kabupaten Cirebon juga mulai memberikan masukan strategis kepada pemerintah daerah berdasarkan hasil survei lapangan. Salah satu perhatian utama saat ini berkaitan dengan kebutuhan telur ayam untuk mendukung program Makan Gizi Gratis atau MGG.

Ia menyebutkan, kebutuhan telur ayam di Kabupaten Cirebon masih banyak dipasok dari luar daerah sehingga berdampak terhadap perputaran ekonomi lokal. Karena itu, penguatan sektor peternakan menjadi salah satu rekomendasi strategis yang disampaikan kepada pemerintah daerah.

“Nanti PDRB-nya ada di kabupaten terkait pengadaan telur ayam dan peternakan ayam,” katanya. Ia berharap kebutuhan program MGG ke depan dapat dipenuhi melalui potensi peternakan lokal Kabupaten Cirebon.

Sementara itu, Bupati Cirebon Imron menilai penguatan data desa akan membantu pemerintah mengetahui potensi yang perlu dikembangkan di setiap wilayah. Dengan data yang lengkap, pemerintah daerah juga dapat melihat sektor yang masih membutuhkan perhatian dan peningkatan pembangunan.

“Dengan adanya data Desa Statistik itu, nanti desa bukan sebagai objek saja, tapi menjadi subjek untuk kemajuan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Imron, desa harus menjadi bagian aktif dalam menentukan arah pembangunan daerah melalui pengelolaan data yang baik. Pemerintah daerah pun berkomitmen memperluas kolaborasi bersama BPS agar semakin banyak desa mampu mengelola data statistik secara mandiri dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....