Lucky Hakim Apresiasi Lumbung Pangan Gratis di Indramayu

  • 15 Mei 2026 18:18 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Indramayu – Bupati Indramayu Lucky Hakim mengapresiasi peluncuran lumbung pangan gratis di Desa Malangsemirang, Kecamatan Jatibarang, Kamis 14 Mei 2026. Program tersebut dinilai membantu warga kurang mampu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Program lumbung pangan gratis itu mendapat sambutan antusias dari masyarakat setempat. Warga menilai program tersebut memberi akses sembako gratis bagi yang membutuhkan.

Lucky Hakim menyampaikan, Pemdes Malangsemirang juga mengembangkan usaha budidaya jamur. Upaya tersebut dinilai sebagai pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

“Tidak hanya lumbung pangan gratis, Pemdes Malangsemirang juga punya usaha budidaya jamur yang sudah berkembang. Insya Allah saya akan memberikan bantuan modal untuk membeli alat agar bisa produksi secara mandiri,” ujar Lucky.

Kepala Desa Malangsemirang, Rusmono Syafi'i, mengatakan program lumbung pangan telah direncanakan sejak lama. Pelaksanaannya baru dapat direalisasikan tahun ini sesuai agenda pemerintah daerah.

“Alhamdulillah hari ini baru terlaksana dan antusias masyarakat sangat luar biasa. Mudah-mudahan ke depan kita terus bersinergi dengan pendopo, kecamatan, dan desa untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Rusmono menjelaskan, program tersebut bersumber dari anggaran ketahanan pangan tahun 2025 sebesar 30 persen atau sekitar Rp182 juta. Dana itu digunakan untuk budidaya jamur dan sembako gratis.

Menurutnya, sebagian keuntungan budidaya jamur akan diputar kembali sebagai modal usaha. Sebagian lainnya dialokasikan untuk lumbung pangan dalam bentuk sembako gratis.

“Semua sembako di lumbung pangan ini gratis. Fasilitas ini bisa diambil kapan saja oleh warga Desa Malangsemirang yang membutuhkan,” ujarnya menjelaskan.

Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data delapan asnaf atau kategori penerima bantuan. Kategori tersebut mencakup lansia, jompo, dan janda lanjut usia.

Pemerintah desa juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi bagi warga yang tidak masuk kategori penerima bantuan. Warga diarahkan untuk budidaya jamur agar memiliki penghasilan sendiri.

“Kalau tidak memenuhi syarat bantuan, kita kasih pekerjaan supaya bisa punya penghasilan dan membeli kebutuhan sendiri,” ucapnya.

Rusmono menargetkan desa mampu memproduksi baglog jamur secara mandiri ke depan. Desa juga diarahkan menjadi sentra budidaya jamur dari hulu hingga hilir.

“Usaha budidaya jamur memiliki prospek ekonomi yang cukup menjanjikan. Selain dijual dalam kondisi segar dengan harga sekitar Rp15 ribu per kilogram, jamur juga dapat diolah menjadi jamur crispy dengan nilai jual lebih tinggi hingga mencapai Rp75 ribu per kilogram,” katanya menutup.





google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....